Friday, 14 October 2016

K-85 Tarik Mandat Hinca Panjaitan Sebagai Plt Ketum PSSI


 Klaim sepihak PSSI bahwa kesepakatan terkait venue Kongres 17 Oktober mendatang di Jakarta adalah tidak benar, membuat Kelompok 85 (K-85) selaku pemilik suara mayoritas meradang. Sebanyak 90 voter yang tergabung di K-85, menegaskan menarik mandat Hinca Pandjaitan sebagai Plt. Ketua Umum PSSI.

GH Sutedja, juru bicara K-85 mengakui saat ini sedang menyiapkan surat resmi dari pemilik suara mayoritas untuk mencabut kesepakatan terkait Hinca sebagai Plt Ketum PSSI. 

"K-85 menolak saudara Hinca sebagai Plt Ketum PSSI. Mulai detik ini, K-85 mencabut mandat kita. Kami yang tetapkan Hinca itu sebagai Plt Ketum, sekarang kami tarik mandat itu, dia bukan lagi Plt Ketum PSSI," kata Sutedja dengan nada tinggi, saat dihubungi Jumat (14/10) pagi. 

Pria yang pernah menjabat ketua asosiasi pelatih Indonesia itu, menilai penarikan mandat adalah hal yang tepat. Itu karena dia telah wanprestasi dan sewenang-wenang dengan sepak bola Indonesia. 

"Organisasi PSSI ini milik anggota PSSI dan seluruh rakyat Indonesia, bukan milik Hinca atau Exco. Mereka itu, kita yang pilih, kedaulatan bukan di Exco tapi di pemilik suara. Dia sudah wanprestasi," tegasnya.

Wanprestasi yang dimaksud adalah terkait hasil pertemuan di kantor Kemenpora, antara Hinca, Sekjen PSSI Azwan Karim, Menpora Imam Nahrawi dan Deputi IV Gatot S Dewa Broto, pada Rabu (12/10) siang. 

"Tidak boleh seorang Plt Ketum PSSI, bertemu Ketua Komite Pemilihan (KP) dan Menteri, ternyata omongannya tidak dapat dipercaya. Itulah sudah ada kesepakatan, dia ingkar," tuturnya. (dkk/jpnn)

Kelompok 85 (K-85) yang mengklaim sebagai mayoritas pemilik suara di Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSSI) mengeluarkan mosi tak percaya kepada Pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI, Hinca Panjaitan. Keputusan tersebut, sekaligus menarik mandat kepemimpinan sementara yang diberikan pemilik suara kepada Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat tersebut untuk memimpin PSSI. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: