Sunday, 9 October 2016

Selain Tambah Pasukan, AS Juga Hadirkan Pembom Strategis B1 di Darwin

Pesawat pembom strategis B-1 Lancer jenis ini yang kemungkinan besar akan mengisi inventori Alutsista AS di Darwin, Australia.
 Melihat perkembangan kawasan Laut China Selatan (LCS) AS terus berupaya menambah jumlah pasukannya secara bertahap di Darwin, Australia yang saat ini masih mencapai 1.250 personel. Tidak hanya itu sejumlah mesin-mesin perang AS seperti pembom strategis B1 juga akan digeser memperkuat pangkalan.

Terkait rencana penambahan pasukan AS di Darwin menunjukkan saat ini perhatian AS sudah tidak lagi fokus di kawasan Timur Tengah saja tapi juga pada perkembangan situasi di Asia terutama LCS dimana China berusaha mendominasi kawasan tersebut.

Seperti yang diberitakan oleh kantor berita Inggris Reuters, Menteri pertahanan Australia Payne telah bertemu dengan Menteri Pertahanan  Amerika Ash Carter di Washington DC membahas tentang rencana penambahan personel militer Amerika di Kota Darwin yang saat ini sebanyak 1.250 personel mulai 2020 mendatang

Payne menilai bahwa dukungan Australia atas militer AS di Darwin “sejalan dengan kepentingan strategis jangka panjang negaranya dalam mendukung keterlibatan Amerika di kawasan dalam rangka mendukung keamanan dan stabilitas regional.”

Sejumlah pangkalan militer untuk pesawat pembom strategis jarak jauh jenis B1 milik AS juga sudah disiapkan lokasinya oleh Australia begitu juga dengan rencana latihan militer yang akan digelar oleh kedua negara tersebut.

Bagi Indonesia kehadiran militer AS di Darwin saat ini bukan suatu ancaman karena fokus kedua negara tersebut adalah kawasan LCS, sebaliknya dari yang pernah disampaikan Indonesia dapat mengambil sisi positif atas kehadiran pangkalan AS tersebut mengingat letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng yaitu Benua Asia, Benua Australia, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang rentan terjadi bencana alam.

Lain halnya dengan China, kehadiran militer AS di Darwin merupakan suatu bentuk ancaman bagi kepentingan China di LCS dan sebagai jawaban China akan terus meningkatkan anggaran militernya untuk memperkuat kehadirannya di kawasan tersebut.

BAGIKAN

0 comments: