Tuesday, 11 October 2016

Sengketa Grand City Surabaya, Komisi III Akan Panggil dan Usut Pihak Yang Terlibat

Terkait kasus sengketa tanah antara Hj. Nuraini dengan pihak Grand City Surabaya, Komisi III berencana memanggil semua pihak yang terlibat dalam permasalahan tersebut.
 Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir saat mengunjungi Surabaya disela-sela waktunya menyempatkan diri untuk ditemui oleh Hj. Nuraini yang ingin melaporkan permasalahan dirinya terkait tanahnya yang hingga saat ini masih dikuasai Grand City Surabaya milik Siti Hartatik Murdaya.

Selama dalam pertemuan tersebut Hj. Nuraini menceritakan semua persoalan yang dihadapinya termasuk keengganan sejumlah instansi seperti BPN II Surabaya dan Ombudsman yang hingga saat ini masih terkesan cari “aman” dengan tidak menindak lanjuti laporannya.

"Sudah laporan ke BPN dan Ombudsman tapi belum juga ada penyelesaian dan seperti digantung kasusnya" ujar Hj. Nuraini.

Mendengar keterangan Hj. Nuraini, Adies akan segera menindaklanjutinya dan memanggil semua pihak yang dianggap terlibat.

“Kita baru saja menerima laporan dari warga Surabaya (Hj.Nuraini) yang mengatakan kalau di dholimi, karena tanah beliau sepeninggalan orang tuanya dimiliki oleh pengembang, yang saat ini telah berdiri bangunan Mall Grand City‎ dan sudah beroperasi cukup lama. Akan kita lihat, kenapa tanahnya jatuh ke pengembang, dan kenapa pengembang bisa mengeluarkan sertifikat, ini yang akan kita telusuri"  kata Adies Kadir.

Terkait kasus sengketa tanah seperti yang dialami oleh Hj. Nuraini pihaknya mengakui jika hingga saat ini banyak kasus serupa yang terjadi di Indonesia.

“Semua akan kita panggil, untuk kita dengar keterangannya, termasuk kita akan bicarakan dengan Komisi I, Komisi II dan Komisi III untuk membahasnya." lanjutnya lagi.

Diketahui, Hj. Nuraini sejak 12 tahun lalu telah memperjuangkan tanah hak waris miliknya yang terletak di Jl. Gubeng Pojok, Ketabang Surabaya berdasarkan Eigendom Verponding No. 6341 yang dikuasai oleh pemilik Grand City.

BAGIKAN

0 comments: