Wednesday, 16 November 2016

Ahok Resmi Jadi Tersangka Penistaan Agama

 Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri secara resmi telah menetapkan Gubernur DKI Jakarta non aktif,  Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama terkiat surah Al Maidah ayat 5. Selain itu, Ahok juga dicegah ke luar negeri dalam kasus ini.

"Menetapkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka dan dilakukan pencegahan untuk tidak ke luar dari Indonesia," kata Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono dalam jumpa pers di Rupatama Mabes Polri, Rabu (15/11/2016). 

Pernyataan Ahok tersebut dilakukan pada 27 September 2016 di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Polri meningkatkan kasus tersebut dari penyelidikan ke penyidikan. Ahok dinilai melanggar Pasal 156a KUHP dan Pasal 28 Ayat (1) UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ahok juga dicegah bepergian ke luar negeri. 

Ari Dono mengatakan penetapan tersangka terhadap Ahok berdasarkan hasil gelar perkara yang digelar pada Selasa (15/11/2016) kemarin. Dalam gelar perkara tersebut, pihak pelapor dan terlapor masing-masing menghadirkan enam ahli. Polri juga telah memeriksa 29 saksi dan 39 ahli. Ia menjelaskan, ada perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan ahli dan penyidik Bareskrim Polri.

"Terjadi perbedaan pendapat yang sangat tajam di kalangan ahli, antara lain ada tidaknya unsur niat menistakan atau tidak agama dalam hal ini," katanya. 

Kabareskrim melanjutkan usai gelar perkara, penyelidik melakukan diskusi dan meski tidak bulat diputuskan bahwa kasus dugaan penistaan agama dilanjutkan ke tahap penyidikan dan meningkatkan status Ahok sebagai tersangka.

"Setelah dilakukan diskusi tim penyidik dicapai kesepakatan meskipun tidak bulat didominasi pendapat disimpulkan perkara ini harus diselesaikan di peradilan yang terbuka. Konsekuensi proses penyelidikan ini dilanjutkan ke tahap penyidikan dengan menetapkan saudara Basuki Thahaja Purnama alias Ahok sebagai tersangka," jelasnya. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: