Thursday, 3 November 2016

Datangi BNPT, Pemerintah Fiji Ingin Belajar Penanggulangan Terorisme

Rombongan perwakilan pemerintah negara Fiji yang dipimpin Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional, Hon Ratu Inoke Kabuabola berfoto bersama dengan pejabat Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dipimpin Komjen Pol Suhardi Alius. Pemerintah Fiji melakukan kunjungan kerja ke kantor BNPT pada Kamis (3/11/2016) sengan maksud untuk mempelajari keberhasilan Indonesia dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan terorisme. (Foto : Dok. BNPT)
  Negara Fiji terlihat antusias atas keberhasilan Indonesia dalam melakukan pencegahan dan menanggulangi bahaya paham radikal terorisme. Pemerintah Fiji yang diwakili Menteri Pertahanan dan Keamanan Nasional, Hon Ratu Inoke Kabuabola pun beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Untuk mempelajari keberhasilan tersebut pada Kamis, (3/11/2016). 

"Mereka datang ke BNPT dengan maksud untuk mendapatkan gambaran bagaimana kita selama ini melalukan pencegahan dan penanggulangan terorisme. Dan pemerintah negara Fiji sendiri ingin belajar kepada kita mengenai counter terrorism," ujar Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH, usai menerima Menhankam Fiji dan rombongan di kantor BNPT, komplek Indonesia Peace and Security Center (IPSC), Sentul, Kab. Bogor.

Lebih lanjut pria yang pernah menjabat Kabareskrim Polri ini menjelaskan bahwa dalam upaya untuk belajar tersebut pemerintah Fiji juga ingin mengetahui fasilitas apa dan langkah-langkah apa saja  yang sudah dikerjakan BNPT dalam rangka penanggulangan terorisme selama ini. 

"Dan respon dari Menhan Fiji sendiri terhadap BNPT sangat luar biasa.  Karena masalah terorisme ini sudah menjadi masalah global sehingga mereka merasa perlu untuk belajar ke kita," ujar alumni Akpol 1985 yang juga pernah menjabat Kapolda Jabar ini.

Untuk itu dengan tanggapan dari pemerintah Fiji yang luar biasa itu, menurut Kepala BNPT, pemerintah Fiji sendiri selanjutnya akan melakukan kerjasama dengan BNPT. "Kerjasamanya dalam bidang pelatihan bagaimana melakukan penanggulangan terorisme," ujar pria yang juga pernah menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat dan Depok ini mengakhiri.

Dalam pertemuan tersebut kepada pemerintah Fiji, Deputi III bidang Kerjasama Internasional BNPT, Irjen Pol. DR. Petrus R. Golose menjelaskan bahwa aksi pencegahan terorisme harus berjalan beriringan dengan hak asasi manusia. 

“Sampai saat ini, aksi yang kita jalankan tidak pernah melanggar hak asasi manusia. Isu-isu berkaitan hal ini memang menjadi perhatian masyarakat dan sebisa mungkin kita memperhatikan poin poin hak asasi manusia dalam melakukan aksi penanggulangan,” kata Irjen Pol Petrus Golose . 

Lebih lanjut pria yang dalam karirnya pernah menjabat sebagai Wakadensus 88/Antiteror Polda Metro Jaya dan Wakil Direktur II/Ekonomi Khusus Bareskrim Polri. ini menjelaskan bahwa BNPT selalu mendukung program-program terkait hak asasi manusia dan sudah melakukan Memorandum of Understanding (MOU) dengan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). 

“Selain itu, aksi penangkapan teroris selama ini kami juga selalu mengacu kepada criminal justice system. Setelah proses penangkapan, dilanjutkan dengan proses pelaporan kemudian interogasi dan sebagainya,” ujar pria yang juga pernah melumpuhkan teroris Dr Azahari dan kelompoknya di Batu, Malang, pada 2005 silam ini mengakhiri.  

Dalam kujungannya ke BNPT tersebut, Menhankam Fiji didampingi Dubes Fiji untuk Indonesia, HE.Ratu Seremaia Tuinausori Cavulati, Dubea RI untuk Fiji, Gary Rachman Maksmun Jusuf, Athan RI untuk Fiji & PNG Kolonel Inf. Anggara Sitompul dan RFMF Chief of Staf Col. Litea Seruiratu.

Sementara Kepala BNPT dalam kesempatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Utama (Sestama) Mayjen TNI. R. Gautama Wiranegara, Deputi II bidang Penindakan, Penegakan Hukum dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol. Arief Dharmawan, Deputi III bidang Kerjasama Internasional Sementara itu Deputi III Irjen Pol. Petrus R. Golose dan pejabat eselon II dan III lainnya. (Adri Irianto)  


BAGIKAN

0 comments: