Tuesday, 1 November 2016

Direktur Operasioanal Pelindo III, Tiap Bulan Terima Rp 6 Miliar Dari Pungli

 Tim Gabungan Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Polda Jatim serta Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya telah menangkap Direktur Operasional dan Pengembangan Bisnis PT Pelindo III Surabaya, Rahmat Satria (rs), melalui operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (1/11/2016). 

Polisi menduga pungli yang diterima RS mencapai miliaran rupiah dalam setiap bulannya. "Sebulan yang bersangkutan diduga bisa menerima Rp5-6 miliar dari hasil pungli," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Takdir Mattanete, Selasa.

Uang pungli yang diduga diterima RS berasal dari para importir. Praktik itu dilakukan sejak tahun 2014 dengan pungutan per satu kontainer berkisar Rp. 500 ribu - Rp. 2 juta.  

Takdir menerangkan, penangkapan tersebut juga dilanjutkan dengan penggelendahan ruang Direktur Operasional Pelindo III, tempat RS bekerja. Saat ini pihaknya masih menghitung jumlah barang bukti yang telah diamankan."Saat ini petugas sedang melakukan penggeledahan di ruang Direktur Operasional Pelindo III tersebut untuk mengamankan sejumlah barang bukti (BB)," ujarnya.

takdir menjelaskan bahwa selama ini modus yang digunakan adalah memungli kontainer impor yang ada di Terminal Peti kemas Surabaya (TPS). "Modusnya tidak memeriksa kontainer yang ada," ujarnya. 

Yang melakukan pemeriksaan kontainer, kata Takdir, adalah PT Akara Multi Karya (AMK) terhadap kontainer yang ditangani Balai Karantina. Namun tidak semua kontainer diperiksa. Yang diperiksa hanya satu atau dua. "Yang kontainer lainnya tidak diperiksa namun harus membayar. Satu kontainer Rp 500 ribu-Rp 2 juta per kontainer," kata Takdir.

Apakah instansi lain turut terlibat khususnya Balai Karantina? Takdir masih belum mengetahuinya karena kasus ini masih terus didalami dan dikembangkan. "Untuk instansi yang lain masih didalami oleh satgas (saber pungli)," ujar Takdir.

OTT dilakukan terhadap Rahmat Satria pada Selasa siang tadi. Tim saber pungli Mabes Polri yang berjumlah empat orang dibantu oleh anggota Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendatangi kantor Rahmat yang ada di lantai III Gedung Pelindo III. 

Rahmat sendiri terlihat kooperatif saat didatangi. Bahkan ia meminta izin salat dan diizinkan oleh polisi. Dari kantor Rahmat, polisi menyita uang cash Rp 600 juta dan total Rp 10 miliar termasuk dari rekening. Polisi juga menyita sebuah desktop yang biasa digunakan Rahmat. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: