Monday, 21 November 2016

Prajurit Marinir Siap Amankan Demo Secara Persuasif

Prajurit Marinir senantiasa siap untuk mengawal dan mengamankan setiap demo dengan cara profesional dan persuasif. Untuk itu masyarakat dihimbau untuk tidak anarkis dalam menyampaikan setiap aspirasinya dan jangan mudah terprovokasi oleh pihak pihak tertentu.

Demikian dikatakan Komandan Korps Marinir (Dankormar) TNI-AL Mayjen TNI  (Mar) R M Trusono S Mn. dihadapan ribuan prajurit Korps Marinir pada acara apel Khusus Marinir Wilayah Jakarta di lapangan apel Brigif-2 Marinir Cilandak Jakarta Selatan, Senin (21/11/2016).

"Kami meminta kalian sebagai prajurit Marinir dapat bertugas secara profesional dalam mengawal para demonstran yang akan menyampaikan aspirasinya baik pada tanggal 25 November maupun tanggal 02 Desember nanti. Saya bersama kalian di lapangan mengawal mereka agar tidak berkelahi, mengawal agar mereka tidak berbuat anarkis dan mengawal mereka agar tidak berbuat melawan hukum," ujar Dankormar

Untuk itu alumni AAL angkatan XXX tahun 1985 ini meminta kepada para prajuritnya untuk selalu utamakan pendekatan secara persuasif dan menghindari benturan. Apalagi prajurit Marinir jangan sampai dibenturkan dengan masa yang notabenenya adalah masyarakat yang harus kita lindungi.

"Saya sangat bangga dengan sikap yang telah kalian aplikasikan pada saat ada gerakan demo pada tanggal 04 November 2016, lalu walaupun ada beberapa anggota Marinir yang luka-luka kena lemparan batu dan botol dari para pendemo tapi kalian masih bisa mengendalikan emosi dan bertindak terkendali," ujar pria yang dibesarkan di satuan elit ant i teror Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) ini.

Menurut pria kelahiran Yogyakarta, 29 Oktober 1960 ini, negara Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber alam dan energi. sehingga  banyak ancaman dari negara lain yang ingin menguasai dengan cara merusak tatanan ekonomi, perang elektronik, tehnologi dan Narkoba. "Tentunya ini adalah tantangan bagi pasukan petarung sebagai Pilar  Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Untuk masalah Narkoba, Jendral Bintang Dua Korps Marinir ini sangat mewanti-wanti kepada seluruh prajurit Marinir dan keluarga agar jangan sekali-sekali terlibat dan mencoba-coba karena sangat tinggi resiko dan akibatnya," ujar pria yang pernah menjabat sebagai Komandan Pasmar 2 Marinir dan Komandan Lantamal III ini.

Yang paling utama Jenderal berbintang dua yang pernah tergabung dalam Kontingen Garuda XII-B Kamboja di tahun 1992-1993 ini berpesan agar para prajurit Marinir untuk melaksanakan tugas dengan baik, dengan lurus dan jangan mengandalkan emosi. "Karena dimanapun kita bertugas, baik di Timor, Aceh, Papua dan Poso tujuannya adalah satu, demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Untuk masalah pelaksanaan HUT Marinir tahun ini pihaknya sengaja menyelenggarakan secara  sederhana di satuan dan daerah masing-masing, selain mengacu pada referensi Panglima TNI dan Kasal, juga bertujuan untuk mengenalkan eksitensi Korps Marinir tidak hanya di pusat tapi juga di daerah-daerah dan pelosok NKRI yang di sana ada satuan Marinir yang bertugas. Dua tahun sekali Baru dilaksanakan secara terpusat.

Hadir pada acara Apel Khusus Korps Marinir Wilayah Jakarta, Kas Kormar Brigjen TNI (Mar) Hasanudin, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Widodo DP. dan para Dankolak/Satlak Kormar Dan Pasmar-2. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: