Saturday, 10 December 2016

Pemulihan Infrastruktur Listrik di Pidie Dikebut

Perbaikan infrastruktur listrik di Pidie Jaya akibat bencana gempa bumi yang melanda pada Rabu (7/12/2016) terus dikebut. Hal tersebut terlihat setelah listrik mulai mengaliri sejumlah wilayah di Pidie Jaya, Aceh, usai pemadaman pasca-gempa berkekuatan 6,5 pada Skala Richter tersebut. 

Perbaikan infrastruktur dilakukan dengan segera oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Tiang-tiang listrik yang bertumbangan di berbagai wilayah di Pidie Jaya mulai diperbaiki. Listrik pun mulai menyala sejak Kamis (8/12) kemarin. Kabupaten ini perlahan terang meski belum di seluruh wilayah.

Perbaikan infrastruktur listrik yang dikebut pengerjaannya salah satunya di Lancang Paru, Kecamatan Bandar Baru. Wilayah ini terdampak gempa cukup parah. Jalan-jalan retak hampir di sepanjang desa ini. Mobil pun susah payah untuk berlalu lalang di desa ini. Sejumlah pekerja tampak mulai memasang tiang-tiang listrik baru. Di titik terpisah, ada yang sedang memasang kabel dan juga menegakkan kembali tiang listrik yang tumbang.

"Ini kan jalur bencana. Kita target delapan batang (tiang) dibenarin. Target hari ini bisa beroperasi kalau nggak ada halangan," kata Ilyas, koordinator lapangan dari rekanan PT PLN, CV Vegana Elektrik Utama, Sabtu (10/12).

Ilyas mengatakan, pihaknya telah memperbaiki tiang-tiang listrik di sejumlah wilayah di Pidie Jaya. Kamis kemarin, para pekerja telah memasang kembali tiang listrik yang tumbang di kecamatan Meureudu. Pemasangan dilakukan hingga selesai pada tengah malam. "Kami disuruh cepat pasang. Target hari ini jalur ini (Lancang Paru) siap. Udah empat malam juga padam. Jadi disuruh cepat selesaikan biar bisa segera beroperasi," ujar dia.

Rekanan PLN yang lain, CV Naskah Jaya juga tampak mengerjakan tiang-tiang listrik di desa ini. Salah satu pekerja, Syahrul mengatakan, pengerjaan perbaikan di Lancang Paru telah dilakukan sejak kemarin. "Kemarin pembebasan sisa lama dan tanam tiang, hari ini pasang kabel. Insyaallah hari ini juga bisa dioperasikan," kata Syahrul.(Wawan)

BAGIKAN

0 comments: