Friday, 9 December 2016

PN Jakut Tegaskan Lokasi Sidang Ahok Tak Berubah

ebelumnya, Humas PN Jakut Hasoloan Sianturi membacakan ketetapan bahwa sidang dugaan kasus penistaan agama terhadap Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap dilaksanakan di Ruang Koesoemah Atmadja lantai dua. "Yang saya ketahui ya masih seperti itu (di PN Jakut)," ujar Sianturi, Jumat (9/12/2016).

Saat ditanyakan kemungkinan lokasi sidang akan dipindahkan sesuai saran kepolisian, Sianturi enggan menanggapinya. "Majelis hakim telah menetapkan tanggal, hari dan tempat sidangnya di Jalan Gajah Mada nomor 17. Artinya ya kita lihat dari surat penetapan majelis itu," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, pihak kepolisian sempat berencana memindahkan tempat sidang Ahok di PRJ Kemayoran atau gedung pertemuan Cibubur. Polisi berdalih pemindahan lokasi sidang demi keamanan karena khawatir dengan banyaknya warga yang ingin menyaksikan persidangan Ahok.

Sebelumnya, tersiar kabar proses persidangan terhadap Ahok akan diadakan di Cibubur, Jakarta Timur, atau Kemayoran, Jakarta Pusat, demi alasan keamanan.

Adapun Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan polisi terus melakukan proses persiapan sidang Ahok. "Saat ini sudah dilakukan pengumpulan informasi atau perkiraan keadaan terkait dengan situasi yang akan datang pada saat sidang," kata Martin.

Selain pengumpulan informasi jumlah pengunjung, polisi sudah menyiapkan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan untuk menjaga pengamanan sidang. Empat sasaran pengamanan pun disiapkan polisi untuk mengamankan jalannya sidang.

Sasaran pertama, kata Martin, orang yang hadir harus dipastikan merasa aman dan nyaman. Kedua adalah lokasi harus dipastikan aman, jangan sampai ada gangguan. Ketiga, benda-benda di sekitarnya harus dijamin aman. Keempat, kegiatan-kegiatan yang ada harus dijamin berjalan dengan lancar.

"Empat sasaran ini menjadi kajian-kajian dan analisis dari Polri," ujar Martin. Selain itu, polisi akan mengatur arus lalu lintas yang terhubung ke lokasi atau melintasi lokasi sidang.

Ahok ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri pada Rabu, 16 November 2016. Dia diduga menodai agama Islam karena pidatonya di Kepulauan Seribu, 27 September lalu. Dalam pidato yang diunggah ke YouTube itu, Ahok menyebut soal surat Al-Maidah ayat 51. (Dhenar)




BAGIKAN

0 comments: