Thursday, 8 December 2016

Terminal 1A Bandara Soetta 'Diserang' Kelompok Teroris Abu Sayaf

Seorang calon penumpang pesawat udara kedapatan membawa sebuah peluncur roket di dalam tasnya di terminal 1A Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Tangerang, pada Kamis (8/12/2016). Apa yang dibawa calon penumpang tersebut langsung diketahui pihak keamanan bandara. Pihak keamanan bandara lantas melakukan penangkapan dan mengamankan yang bersangkutan untuk ditindak lebih lanjut dan segera melaporkannya ke Polres Bandara

Namun tanpa disadari, sekelompok orang sebanyak 6 orang rupanya telah bersiap melakukan penyerangan untuk melepaskan rekannya yang ditahan pihak keamanan bandara tersebut. Mereka lantas berhamburan masuk kedalam terminal 1A bandara dengan melepaskan sejumlah tembakan ke udara. Tidak hanya membebaskan rekannya, kelompok yang diketahui merupakan bagian dari jaringan Abu sayaf ini juga menyandera sejumlah orang, termasuk awak pesawat dan beberapa calon penumpang.

Atas situasi krisis ini, sesuai dengan prosedur operasi, kapolres bandara lantas melaporkan ke Kapolda untuk kemudian diteruskan ke Kapolri. Laporan itu diterukan ke presiden yang kemudian segera memerintahkan kepala BNPT untuk mengaktifkan pusat pengendalian krisis (Pusdalsis). Atas perintah ini, kepala BNPT memerintahkan Satuan Bravo 90/Anti Teror Paskhas TNI AU dan Detasemen Khusus (Densus 88) Anti Teror serta Korps Brimob Polri untuk membentuk Satuan Tugas Gabungan Anti Teror untuk menangani aksi teror tersebut 

Hal tersebut dilakukan karena proses negosiasi dinyatakan gagal dan para sandera telah dimasukkan ke dalam pesawat, maka Kepala BNPT memberikan lampu hijau kepada Satgas Gabungan tersebut untuk mengambil tindakan.untuk segera bergerak ke lokasi kejadian dan menindak kelompok teror tersebut. Singkat cerita, aksi kelompok teroris  tersebut berhasil digagalkan oleh Satgas Anti Teror tersebut.

Kesigapan dan keterampilan aparat khusus ini dalam menghadapi situasi krisis terorisme membuat penanganan terorisme dapat diselesaikan dalam waktu yang sangat singkat. Tidak sampai satu jam, kawanan teroris berhasil dilumpuhkan. Demikianlah cerita latihan yang dilakukan Kamis siang tadi (8/12/2016) di area apron Terminal 1A. Latihan ini bertujuan untuk menguji kesiapan dan prosedur yang telah dibentuk BNPT.

Selain menunjukkan sejumlah teknik, simulasi yang diawasi langsung oleh kepala BNPT ini juga menampilkan peralatan-peralatan canggih yang sebagian besar merupakan karya anak-anak negeri. Simulasi ini sendiri dilakukan usai upacara penutupan latihan bersama penanggulangan kondisi krisis (Gulkonsis) angkatan VI tahun 2016 yang telah digelar sejak tanggal 5 Desembar 2016. Usai menyaksikan simulasi tersebut, Kepala BNPT, Komjen Pol. Suhardi Alius menyatakan puas.

"Makin lama sering latihan tentunya harus semakin baik dan semakin cepat. Ini agar jangan sampai nanti dihadapkan dengan kondisi yang sesungguhnya kita jutru malah tidak siap. Jadi pelatihan simulasi seperti ini sangat penting,” ujar Kepala BNPT ini. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: