Thursday, 12 January 2017

Ansipasi Berita Hoax, Pemerintah Akan Bentuk Satgas Anti Hoax

Pemerintah sudah benar-benar tidak nyaman dengan banyaknya penyebaran berita bohong atau hoax. Setelah memberikan persetujuan terhadap perubahan Subdit Cyber Crime menjadi Direktorat Cyber Crime Bareskrim Polri, pemerintah juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Hoax. 

Padahal, dalam waktu dekat ini akan membentuk Badan Siber Nasional (BSN). Meski terkesan tumpang tindih, pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi tetap akan melanjutkan pembentukan lembaga tersebut. Lalu, apa yang ditakutkan pemerintah dari berita hoax ini?

Wikipedia mendefinisikan hoax sebagai pemberitaan palsu. Situs ensiklopedia itu menyatakan hoax adalah usaha untuk menipu atau mengakali pembaca atau pendengar untuk memercayai sesuatu, padahal sang pencipta berita palsu tersebut tahu bahwa berita tersebut adalah palsu. Mengapa kabar tidak penting itu menjadi sangat penting akhir-akhir ini? Sampai-sampai pemerintah merasa gerah dan tidak nyaman. Bahkan, pemerintah perlu membuat social campaign untuk hoax tersebut.

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah tengah membentuk satuan tugas anti-hoax.  Tujuannya untuk mengatasi berbagai berita bohong yang saat ini banyak beredar di masyarakat melalui media sosial.

"Untuk menetralkan perilaku-perilaku yang saat ini masuk di media sosial (Medsos) yang justru bisa merusak ketenteraman masyarakat, bisa merusak kepercayaan masyarakat, membingungkan masyarakat," ungkap Wiranto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/1/2017).

"Itu di mana-mana dilarang, menggunakan medsos untuk kepentingan pribadi, untuk kepentingan yang justru tidak sejalan dengan membangun dan mengamankan negeri ini," ujar mantan Panglima ABRI di era Orde Baru (Orba) itu.

Wiranto belum mau mengungkapkan secara detail saat ditanya mengenai payung hukum pembentukan satgas ini. Sebab, saat ini pembentukan masih dirumuskan. Namun, ia menegaskan bahwa satgas anti-hoax ini di luar dari Badan Siber Nasional yang juga akan dibentuk pemerintah dalam waktu dekat.

"Badan Siber Nasional itu cakupannya luas, nasional, memproteksi kegiatan-kegiatan Indonesia yang berhubungan dengan cyber, untuk bebas dari cyber attack," ucap pria yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Hanura itu. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: