Wednesday, 18 January 2017

Mantan KASAU Berharap Penggantinya Lanjutkan Renstra di TNI-AU

Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Agus Supriatna ‎berharap kepada penggantinya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto tetap melanjutkan seluruh Rencana Strategis (Renstra) di TNI AU. Pasalnya, Renstra tersebut merupakan hasil kajian dari seluruh prajurit matra udara 2015-2019.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai KSAU di Istana Negara, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/1/2016), sekitar pukul 11.00 WIB.

"Harapannya apa yang sudah kita rencanakan di Renstra mudah-mudahan itu diteruskan. Karena Renstra itu adalah hasil kajian seluruh personil dari bawah sampai atas," kata Agus di Istana Negara‎ usai pelantikan KSAU baru.

Agus melanjutkan, ‎penyusunan Renstra 2015-2019 TNI AU tidaklah mudah. Sebab, penyusunan itu juga melibatkan seluruh pemangku kepentingan yang ada di TNI AU.

"Mudah mudahan itu tetap diteruskan karena bikin Renstra itu tidak mudah. Semua stakeholder personil ikut," tukasnya.

Seperti diketahui, sedikitnya terdapat enam point dalam Renstra TNI AU 2015-2019. Berikut isi dari Renstra TNI AU tersebut:

1. Pengganti F-5E/F Tiger II di Skuadron Udara TNI AU 14 Lanud Iswahyudi Madiun, yang diproyeksikan pada dua kandidat utama, yaitu Sukhoi Su-35 Super Flanker buatan Rusia, dan F-16 Viper buatan Lockheed Martin, Amerika Serikat. Yang pertama bermesin dua, dan yang kedua bermesin tunggal.

2. Pemutakhiran armada pesawat angkut berat sekelas C-130 Hercules. Sejauh ini ada dua skuadron udara TNI AU yang mengoperasikan pesawat militer di kelas ini, yaitu Skuadron Udara 31 bermarkas di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dan Skuadron Udara 32 yang bermarkasn di Lanud Abdurrahman Saleh, Malang, Jawa Timur.

3. Pemutakhiran pesawat latih jet T-50i dari Korea Aerospace Industry, Korea Selatan. TNI AU sudah punya 15 unit T-50i Golden Eagle ini, sehingga sebagai skuadron udaranya, kekuatannya terbilang lengkap, yang dimasukkan ke dalam Skuadron Udara 15 TNI AU yang bermarkas di Pangkalan Udara Utama TNI AU Iswahyudi, Madiun, Jawa Timur.

4. Penambahan pesawat latih dasar Grob G-120TP dari Jerman, yang dimasukkan di Skuadron Udara 202, yang adalah skuadron udara pendidikan calon perwira penerbang berpangkalan di Pangkalan Udara Utama Adi Sucipto, Yogyakarta. Grob G-120TP pengganti AS-202 Bravo, yang telah berkiprah sejak dasawarsa ’70-an.

5. Penambahan pesawat latih KT-1B Wong Bee, buatan Korea Aerospace Industry, Korea Selatan. Pesawat terbang mesin turbo piston berbaling-baling ini tergabung ke dalam Skuadron Udara 201, yang juga skuadron pendidikan calon perwira penerbang, dan juga bermarkas di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta.

6. Helikopter angkut berat dan helikopter kepresidenan/VIP, yang berbasis Agusta Westland AW-101 Merlin. Diproyeksikan enam unit AW-101 dibeli baru untuk skuadron udara angkut berat dan tiga untuk Skuadron Udara 45 VIP. (Noor Irawan/Berbagai Sumber)

BAGIKAN

0 comments: