Friday, 20 January 2017

Panglima TNI Pimpin Upacara Sertijab KSAU di Lanud Halim

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, memimpin upacara serah terima jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dari Marsekal TNI Agus Supriatna kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Taxy way Echo Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat, 20 Januari 2017. Pelaksanaan serah terima jabatan ini diselenggarakan dengan upacara militer.

Sertijab digelar sekitar pukul 08.45 WIB. Acara dimulai dengan iringan musik drumband yang dimainkan para prajurit militer. Tak lama kemudian, instruksi kepada para tentara disampaikan agar mereka memasuki lokasi Taxy Way Echo Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah itu, kedua Marsekal TNI berserah terima jabatan turut menuju tempat upacara disusul oleh Jenderal Gatot. Hormat senjata dan berdirinya para undangan dilakukan guna memberi hormat pada panji-panji TNI AU. Sertijab akhirnya dilakukan dengan penandatanganan surat serah terima jabatan.

"Telah menerima tugas, wewenang, tanggung jawab jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Udara. Selanjutnya siap melaksanakan tugas. Laporan selesai," ujar Hadi Tjahjanto dalam laporan resminya saat usai terima jabatan.

Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan bahwa sertijab ini dilakukan untuk bersaing dalam kompetisi dengan negara-negara lain. Dalam segi militer di matra AU.

"Sertijab dilakukan dalam rangka kompetisi global, dan dalam tantangan akan semakin dinamis terutama dalam kompetisi di angkatan udara," ujar Panglima TNI

TNI AU dikatakan Jenderal Gatot, sebagai komponen negara yang harus dapat mempuni dalam membangun kekuatan TNI AU. Oleh karena itu menurutnya TNI AU harus introspeksi diri, mengingat kecelakaan TNI hingga mengalami kerugian. Ia pun berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali, mulai dari perencanaan, pengadaan, dan penggunaan.

"Tahun ini adalah tahun bersih – bersih untuk meningkatkan tekad bersama. Kita tidak mengingkari dan tidak korupsi sekecil apapun. TNI kuat dan dicintai rakyat,” ujar mantan Kepala Staf TNI Angkatan Dara (KSAD) ke-30 ini.

Hal lain diungkapkan Gatot Nurmantyo, bahwa perkembangan dunia semakin cepat harus disikapi mengingat teknologi yang semakin canggih. Oleh karena itu harus jadi perhatian, kendati gelar kekuatan TNI masih berpusat di Jawa dan mengharapkan dapat menggelar kekuatan TNI di luar Jawa, bahkan kalau bisa menurutnya di pulau luar.

“Maka dari itu loyalitas organinasi dan leadership harus dibersihkan dan tidak ada gerombolan bersenjata. Bagi TNI loyalitas adalah inti dari kehormatan TNI,” kata pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 ini.

Dikatakan alumni Akmil tahun 1982 ini, TNI AU tidak boleh berhenti berbuat dan terus – menerus serta dapat melaksanakan tugas yang diemban sebaik – baiknya. Oleh karena hal tersebut Gatot berharap, TNI AU dengan dipimpin oleh KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto  bisa semakin kuat dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia, di tengah kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin menjadikan negeri ini sebagai poros maritim. "Sebagai kedualatan negara, dirgantara harus mempertahankan Indonesia," kata mantan Pangkostrad dan Komandan Kodiklat TNI-AD ini

Tak lupa pria yang juga pernah menjabat sebagai Pangdam V/Brawijaya dan Gubernur Akmil ini juga menyampaikan ucapan selamat kepada kasau yang baru. Dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada KSAU yang lama.

"Kepada marsekal TNI Agus Supriyatna saya ucapkan terima kasih selama pengabdiannya demikian kepada sang istri karena telah mendampingi marsekal Agus. Kepada marsekal Hadi Tjahyanto, saya ucapkan selamat semoga amanah yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi TNI AU bangsa dan negara. Juga kepada sang istri supaya dapat mendampingi Marsekal Hadi Tjahjanto dalam menjalankan tugas," ujarnya.

Seperti diketahui Hadi Tjahjanto sendiri sudah dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara pada Rabu (28/1/2017) lalu. Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SIP adalah putra kelahiran Malang pada 8 November 1963 dari pasangan Bambang Sudarto dengan Nur Sa’adah. Hadi menikah dengan Nanik Istumawati dan memiliki dua putra/putri yaitu Hanica Relingga Dara Ayu dan Handika ReIangga Bima Yogatama. dedy mulyadi

Hadi yang merupakan alumni Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986 ini mengawaIi kariernya sebagai perwira DP Lanud Adi Sutjipto, perwira penerbang Skadron Udara 4 Lanud Abdurachman SaIeh. KasiIat Skadron Udara 4 Lanud Abdurachman Saleh, Danflightops A FIightIat Skadron Udara 4 Wing 2 Lanud Abdurachman SaIeh, Danflight Skadron Udara 101 Lanud Adi Sutjipto, Kasi Bingadiksis Dispers Lanud Adi Sutjipto, Danyon III Menchandra Akademi TNI.

Selain itu juga menjabat sebagai Instruktur Penerbang Lanud Adi Sutjipto, Kasi Kamhanlan Disops Lanud Adi Sutjipto, Komandan Satuan Udara Pertanian Koopsau I, Kadepops Sekkau, Kadispers Lanud Abdurachman Saleh, Kasubdisminjurit Disminpersau, Pamen Disminpers (Dik Sesko TNI), Komandan Lanud Adi Soemarmo, Paban I/Ren Sops TNI, Direktur Opslat Basarnas, Kadispenau, Komandan Lanud Abdurachman Saleh, Sesmilpres Kemsetneg RI Setneg RI, lrjen Kemhan, dan dilantik menjadi Kasau yang ke-21 pada 18 Januari 2017 lalu.

Pendidikan militer yang pernah diikuti antara’Iain AAU (1986), Penataran P4, SekoIah Penerbang tahun 1987, Sekkau Angkatan 57 (1995), College Interarmes De Defence, Perancis (Sesko Angkatan) tahun 2001, Sesko TNI Angkatan 36 (2009), dan PPSA Lemhannas Angkatan 20 tahun 2015. Sedang penugasan yang pernah diIaksanakan adaiah penugasan Operasi Rajawali Papua, dan penugasan Operasi Rencong di Aceh.

Tanda kehormatan yang dimiliki antara Iain Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya. Satyaiancana Kesetiaan XXIV Tahun, Satyaiancana Kesetiaan XVI Tahun, Satyalancana Kesetiaan VIII tahun. Satyaiancana GOM IX Raksaka Dharma (Papua), Satyaiancana GOM VII (Aceh), dan Satyaiancana Dwidya Sistha. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: