Monday, 9 January 2017

Prabowo Akan Kembali Calonkan Diri pada Pilpres 2019

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, sudah bersiap diri untuk maju kembali di pesta demokrasi terakbar, Pemilu Presiden (Pilpres) pada 2019 mendatang. Mayoritas kader Partai Gerindra sudah bertekad untuk kembali bekerja keras menghantarkan Prabowo untuk menjadi presiden pada tahun 2019 mendatang.

Artinya, Partai Gerindra bakal mengusung Prabowo di tiga pemilu presiden berturut-turut. Pencalonan Prabowo di pemilu presiden 2019, menurut rencana, bahkan akan diumumkan di hari spesial, yaitu saat ulang tahun Partai Gerindra pada 6 Februari mendatang.

Hingga masa pencapresan tiba, Prabowo sudah berkomitmen, jika dirinya tetap akan mendukung jalannya Pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla. Ikrar Prabowo itu, salah satunya ditunjukkan lewat momen "diplomasi berkuda" bersama Presiden Joko Widodo di kediaman Prabowo di Hambalang, Jawa Barat beberapa bulan lalu.

Pernyataan itu didukung perkataan Presiden Jokowi "rivalitas ada pada saat pilpres itulah demokrasi setelah itu bersama-sama bahu membahu membangun negara dari segala sisi".

Sebelum Partai Gerindra menyatakan akan mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden, Partai Golkar, juga sudah mendeklarasikan niatnya untuk mengusung Jokowi di pemilu presiden 2019 mendatang. Persaingan ketat antar calon pemimpin negeri akan terjadi di pemilu presiden 2019.

Namun, rivalitas yang pernah terjadi di antara para elit politik ternyata hanya terjadi dalam panggung politik lima tahun sekali. Yang didamba rakyat, tentu adalah para pemimpin yang bisa menjadi sosok manusia yang saling membutuhkan. Dan mendambakan Indonesia yang maju makmur dan sejahtera.

Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon menyebut bahwa rencana Prabowo Subianto untuk kembalicalon presiden dalam Pilpres 2019 mendatang juga telah diketahui Joko Widodo, Presiden sekaligus mantan kompetitornya di Pilpres 2014.

“Pak Jokowi sudah tau (Prabowo mau maju lagi di Pilpres 2019). Waktu pembicaraan dengan Pak Jokowi sejak awal Pak Prabowo sudah meyampaikan ke Pak Jokowi,” kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/1/2017).

Fadli membeberkan, keinginan mantan Danjen Kopassus itu sudah disampaikan saat bertemu Presiden Jokowi di Kertanegara, Jakarta Selatan, 17 Oktober 2014. Namun, selama Jokowi menjabat kepala negara, Prabowo memastikan partainya akan mengawal pemerintahan.

“Iya itu sudah disampaikan begitu 17 Oktober dan Pak Jokowi tidak ada masalah,” beber dia.

Secara khusus, Fadli telah menyampaikan ke Jokowi bahwa partainya akan kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden dalam Pilpres 2019.

“Saya juga sudah sampaikan, bapak (Jokowi) kan sudah didukung oleh salah satu partai, jadi 2019 enggak ada masalah bertarung lagi. Biar rakyat yang menentukan saya kira itulah demokrasi,” kata dia. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: