Thursday, 26 January 2017

TNI Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi Untuk Cegah Pprajurit Terlibat Miras dan Narkoba

Sekitar 1.260 personel Gabungan Polisi Militer (POM) TNI, satuan pasukan elit TNI seperti Kopassus TNI-AD, Marinir TNI-AL, Paskhas TNI-AU serta Polisi Lalu Lintas Polri mengikuti apel Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi di Taxyway Skadron Udara 17, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (26/1/2017) pagi WIB.

Apel Operasi Gaktib dan Yustisi ini dipimpin langsung Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan dihadiri KSAD Jenderal TNI Mulyono, KSAL TNI Laksamana Ade Supandi, KSAU TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan sejumlah undangan lainnya.

Panglima TNI mengatakan, melalui Operasi Gaktib dan Yustisi ini diharapkan para prajurit mampu menjaga teguh karakter satuan. Operasi ini mengangkat tema ‘Melalui operasi Gaktib dan Yustisi, polisi militer TNI bertekad meningkatkan disiplin, loyalitas, moralitas dan kepatuhan hukum. Guna mewujudkan TNI yang kuat, hebat profesional dan dicintai rakyat’.

“Keprihatinan tergerusnya nilai-nilai budaya luhur Indonesia. Yang berdampak negatif langsung dan tidak langsung menggerus kepribadian prajurit. (Akibatnya) menurunnya loyalitas, integritas. Bahkan menjadi parasit di tengah masyarakat,” ujar mantan kepala Staf Angkatan Darat ke-30 ini.

Menurut alumni Akmil tahun 1982 ini, Operasi Gaktib dan Yustisi ini nantinya diharapkan mampu mencegah para prajurit dari indikasi sejumlah penyakit masyarakat. “Untuk melatih tekad patuh hukum, disiplin prajurit dan meniadakan segala bentuk pelanggaran prajurit,” kata pria yang pernah menjadi Pangkostrad dan Pangdam V/Brawijaya ini.

Pria yang lama berdinas di lingkungan Kodam Jaya sebagai Asop Kasdam, Komandan Rindam serta Komandan Brigif 1/PIk ini  pun menyematkan tanda operasi kepada tiga prajurit sebagai perwakilan petugas gabungan TNI dan POM. Diharapkan, operasi tersebut dapat berjalan sesuai aturan yang berlaku dan perintah kedinasan.

"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, hari ini Kamis 26 Januari 217 pukul 08.24 WIB, Operasi Gaktib dan Yustisi TNI Tahun 2017 secara resmi saya nyatakan dimulai," kata pria kelahiran Tegal, 13 Maret 1960 yang juga pernah menjadi Dandim Merauke dan Jayapura ini mengakhiri

Upacara itu melibatkan 1.260 prajurit yang terdiri dari anggota Polisi Militer dan Provost satuan masing-masing angkatan. Keseluruhannya tergabung dalam 5 Satuan Setingkat Batalyon (SSY) dengan masing-masing SSY terdiri dari 4 Satuan setingkat Kompi (SSK)

Perlu diketahui, Operasi Gaktib dan Yustisi ini nantinya juga akan menyasar kafe maupun temnpat hiburan untuk mencegah anggota TNI terlibat miras dan narkoba. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: