Tuesday, 24 January 2017

Yuli Hardi Akui Tak Fokus Pada Pidato Ahok di Kepulauan Seribu, Karena Tidak Ada Reaksi Dari Warga

Lurah Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Yuli Hardi, menjadi saksi fakta dalam persidangan lanjutan dugaan kasus penistaan agama dengan terdakwa Gubernur DKI Jakarta non-aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok hadir dalam persidangan Selasa hari ini.

Dalam kesaksiannya, Yuli mengaku hadir pada saat Ahok menyampaikan pidato yang menyitir Al Quran Surat Al-Maidah ayat 51. Yuli menuturkan, kedatangan Ahok saat itu dalam rangka menawarkan program budi daya ikan kerapu di Kepulauan Seribu. Selain itu, Ahok direncanakan akan ikut panen raya ikan kerapu.

"Dalam sambutan, ada penyampaian program budi daya ikan. Selanjutnya, ada launching. Pak Basuki juga akan mengusulkan program raskin akan pakai kartu. Sehingga, bisa beli beras sesuai selera masyarakat," kata Yuli dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin, 24 Januari 2017.

Majelis hakim, kemudian bertanya kepada Yuli apakah dia menyaksikan sendiri saat Ahok menyitir surat Al-Maidah. Namun, Yuli mengatakan ia tidak fokus pada pidato Ahok, terutama pada bagian video yang kini sedang dipermasalahkan. 

"Pada saat kejadian, jujur saya tidak terlalu fokus pada pidato Pak Basuki. Pikiran saya pada kebersihan dan kondisi wilayah saya," kata Yuli.

Dalam kesaksiannya, ia menyatakan saat pidato di Kepulauan Seribu, tidak ada warga yang memprotes atau keberatan saat Ahok menyinggung Al Maidah ayat 51. “Tidak ada reaksi warga saat pidato beliau,” ujarnya

Yuli mengatakan baru tahu ada dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok lewat siaran televisi. Setelah melihatnya, Yuli baru kemudian mencari potongan video tersebut melalui situs Youtube.

"Saya tahu setelah saya beberapa waktu ramai di televisi baru ingat (ada pidato di Kepulauan Seribu). Awalnya, saya lihat tivi, lalu lihat youtube saya lupa lihat di mana. Saya lihat di youtube ada kata-kata itu," kata Yuli.

Menurut Yuli Hardi, setelah ramai kasus penistaan diperbincangkan, warga Kepulauam seribu terbelah dalam tiga reaksi. “Ada yang pro, ada yang kontra dan ada yang acuh. Itu saat saya ngobrol secara pribadi dengan warg karena pulau itu skupnya kecil,” imbuhnya.

Yuli Hardi juga enggan mengomentari kasus yang melibatkan atasannya itu. Yuli mengaku tidak ada kapasitas untuk menilai apakah Ahok melakukan penistaan agama atau tidak.

“Saya sebagai umat muslim dan Pak Basuki sebagai gubernur, saya tidak bisa komentari terkait kasus Al Maidah. Gubernur merupakan atasan saya, tidak ada kapasitas saya menilai,” jelasnya.

Saat diberi kesempatan menanggapi kesaksian Yuli Hardi, Ahok mengaku tidak perlu menanggapi kesaskisan. Alasannya, keterangan yang diberikan Yuli Hardi dianggapnya benar secara keseluruhan. “Tidak ada tanggapan yang mulia, semua yang kesaksiannya benar,” kata Ahok.

Selain Yuli, saksi fakta lain yang dijadwalkan hari ini adalah Nurcholis Majid, juru kamera yang mengabadikan pidato Ahok. Video Ahok saat berpidato di depan warga Pulau Pramuka itu menjadi viral setelah diunggah oleh Buni Yani. Dari keterangan Buni, dia mengunggah video tersebut dari website NKRI yang mengaku mendapat video dari akun Pemprov DKI. (Noor Irawan)


BAGIKAN

0 comments: