Thursday, 16 February 2017

Dewanti Rumpoko, Wanita Pertama Yang Pimpin Malang Raya

Meski hasil resmi dari KPUD belum dikeluarkan, namun calon Walikota Batu Dewanti Rumpoko berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei bisa dipastikan akan memenangi Pilkada Kota Batu 2017.  Sebelum bertarung di Pilkada Kota Batu, Dewanti Rumpoko pernah mengikuti pemilihan kepala daerah di Kabupaten dan Kota Malang. Di dua daerah itu, istri Wali Kota Batu Eddy Rumpoko kalah.

"Saya tiga kali dicalonkan sebagai kepala daerah," kata Dewanti Rumpoko di posko pemenangannya yang juga kantor DPC PDIP Kota Batu di Jalan Oro-Oro Ombo, Rabu (15/2/2017).

Kader perempuan PDIP ini menerangkan, pada pemilihan Wali Kota Malang pada Tahun 1999. Waktu itu, terang dia, pemilihan dilakukan di DPRD. Kemudian, pada Pemilihan Bupati Malang di Tahun 2015, Dewanti juga ikut maju. Namun, hasilnya kalah dengan incumbent Bupati Malang Rendra Kresna.

Untuk pilkada yang ketiga, PDI Perjuangan kembali mengusung Dewanti sebagai calon wali kota Batu berpasangan dengan Punjul Santoso. Berbeda dengan dua pilkada sebelumnya, pada pilkada hari ini suara perolehan sementara versi hitung cepat mengantar pasangan nomor urut 2 itu terpilih dengan raihan 44 persen.

"Saya pernah jadi calon Wali Kota Malang ketika di awal reformasi. Tahun lalu di Kabupaten Malang. Sekarang di Batu. Mungkin jodohnya saya ada di Batu," kelakar dia sambil tersenyum.

Ketua DPD PDIP Provinsi Jawa Timur Kusnadi yang ikut terjun langsung dan memantau Pilwali Kota Batu mengatakan, keikutsertaan Dewanti di beberapa pilkada bukan karena gila jabatan. Namun, itu adalah strategi partainya.

"Kalau di Pilkada Kabupaten Malang itu memang lebih kepada penugasan partai," kilah Kusnadi di posko pemenangan Dewanti-Punjul.

"Kenapa demikian, karena memang tidak ada calon yang mumpuni di Kabupaten Malang. Dan kita melihat bahwa beliau (Dewanti) orang Malang dan dikenal di Malang diantara bakal calon-bakal calon kami yang ada," ujarnya.

Kusnadi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim menerangkan, ketika Dewanti akan dicalonkan sebagai calon Bupati Malang, sempat menolaknya. "Sebenarnya beliau juga tidak setuju. Tapi saya sebagai ketua partai, saya sampaikan ke beliau bahwa ini adalah penugasan partai yang harus dijalani," paparnya.

Dewanti pun akhirnya tidak bisa menolak di Pilkada Kabupaten Malang. Tapi hasilnya gagal mengalahkan incumbent Rendra Kresna. "Meski kalah, beliau mendapatkan hasil bagus dengan waktu yang mempet sekitar tiga bulan. Hasilnya menjadi kebanggaan kita," katanya.

Kegagalan di Pilkada Kabupaten Malang dinilai ada hikmahnya. Seandainya Dewanti menang dan menjadi Bupati Malang, maka PDIP akan kesulitan mencari kader menggantikan Eddy Rumpoko di Kota Batu. "Kalau menang di Kabupaten Malang, kita juga kesulitan di Batu untuk mencari pengganti beliau (Dewanti). Tapi Tuhan berkehendak lain, dan di Batu memang kita persiapkan matang," jelasnya.

Kusnadi yang namanya disebut-sebut sebagai bakal calon wakil gubernur Jatim pada Pilkada 2018 ini enambahkan, kemenangan Dewanti di Batu juga hasil kerja keras dan gotong royong kader, pengurus PDIP di Batu, anggota DPRD kabupaten dan kota se Jawa Timur, serta pengurus DPD PDIP Jatim.

"Ini memang menjadi suatu tugas kita, dan kita melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga kita bisa memenangi kontestasi pemilihan kepala daerah di Kota Batu dengan baik. Juga sesuai dengan tujuan kita bersama-sama," pungkasnya. (Noor Irawan/Detik

BAGIKAN

0 comments: