Friday, 10 February 2017

Jelang Tugas Perbatasan RI-PNG, Kesiapan Yonif Para Raider 503 Ditinjau Asop Panglima TNI

Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto, M.B.A. didampingi Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad Mayjen TNI Benny Susianto, S.I.P, pada Kamis (9/2/2017)kemarin melakukan pengecekan kesiapan anggota Yonif Para Raider 503/ Mayangkara Kostrad yang akan berangkat tugas operasi ke wilayah perbatasan RI-PNG.

Sebanyak 450 anggota Yonif Para Raider 503/ Mayangkara Kostrad tersebut akan diberangkatkan untuk mengamankan wilayah perbatasan Indonesia - Papua Nugini. Mereka akan melaksanakan pengamanan untuk menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan dari aksi pelanggaran perbatasan.

“Yonif Para Raider 503/ Mayangkara Kostrad memang ditugaskan untuk melaksanakan tugas TNI sesuai UU 34 Tahun 2004 yakni melaksanakan pengamanan perbatasan untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ungkap Asops Panglima TNI, Mayjen TNI Agung Risdhianto.

Untuk itu mantan Panglima Kodam XII/Tanjungpura ini meminta kepada seluruh prajurit Yonif Para Raider 503/Mayangkara ini untuk dapat menghindari tindakan yang berbentuk pelanggaran perbatasan, seperti menyeberang perbatasan tanpa izin, menyelundupkan barang baik masuk maupun keluar.

"Namun yang paling penting,= adalah bagaimana patok di wilayah perbatasan itu tidak bergeser ya maka harus dilakukan patroli setiap hari. Namun tugasnya tentunya tidak hanya menjaga patok saja tapi juga jika ada orang yang dicurigai,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kasdam Jaya serta Komandan Seskoad ini.

"Jika ada orang yang dicurigai datang dari perbatasan masuk ke dalam boleh dilakukan pengecekkan melalui dokumen. Karena sering terjadi pelanggaran di wilayah perbatasan seperti penyelundupan narkoba. Di Kalimatan pernah ditangkap dengan barang bukti berupa 10 karung bahan peledak, apalagi narkoba paling banyak," kata pria kelahiran Klaten, 22 April 1961 ini.

Pria yang juga pernah menjadi Sespri Presiden RI ke-6 pada tahun 2010 ini menambahkan, kedatangannya ke Yonif Para Raider 503/ Mayangkara Kostrad untuk melakukan pengecekan kesiapan personil secara organisasi, dukungan logistik baik dari pusat maupun kesatuan sendiri. Juga pengecekan kesiapan operasional dalam arti keterampilan anggota apakah sudah siap melakukan tugas di wilayah perbatasan. (Noor Irawan)


BAGIKAN

0 comments: