Thursday, 2 February 2017

Kejaksaan Tetapkan Dahlan Iskan Sebagai Tersangka Kasus Korupsi Mobil Listrik

Belum tuntas kasus korupsi penjualan aset Pemda di Jawa Timur, bos media Jawa Pos Grup,  Dahlan Iskan (DI)  kembali terjerat kasus korupsi lagi. Mantan Menteri BUMN tersebut kembali ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan dalam kasus mobil listrik.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung, M Rum membenarkan penetapan status tersangka kepada Dahlan Iskan. "DI ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus mobil listrik untuk menindaklanjuti putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) dengan terpidana Dasep." kata Rum, Kamis (2/2).

Rum menjelaskan, sebenarnya status tersangka Dahlan sudah ditetapkan oleh Kejaksaan Agung pada 26 Januari 2017 lalu. Namun untuk pemeriksaannya baru akan diagendakan. "Nanti kita agendakan (untuk pemeriksaannya)," ungkap Rum.

Pihak Kejaksaan Agung juga mengaku belum menetapkan pasal yang disangkakannya.  "Kita tunggu pengumuman secara resminya nanti," ujarnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung   M Prasetyo mengatakan, pihaknya akan segera mengusut dugaan keterlibatan Dahlan karena Mahkamah Agung (MA) memutuskan kasasi Direktur PT Sarimas Ahmadi Pratama, Dasep Ahmadi, bahwa Dasep bersama-sama Dahlan melakukan tindak pidana korupsi.
  
"Saya sudah menerima putusan MA, menyatakan di sana bahwa Dasep Ahmadi ini melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama yang lain sesuai dakwaan primer. Yang ada di situ Dahlan Iskan, siapa lagi," tandas Prasetyo.
  
Karena sudah ada putusan kasasi MA atas perkara Dasep, Prasetyo memetintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Arminsyah segera menindaklanjuti putusan yang telah berkekuatan tetap (inkracht) tersebut.
  
"Ini saya minta kepada JAM Pidsus. Ya [dia belum tersangka], dia sakit-sakitan terus katanya. Bahkan begitu pandainya membentuk opini ketika ditaro sementara di Madaeng, dia menyebar foto-fotonya tidur di lantai. Untuk apa tidur di lantai dia pakai sarung," ujarnya.

Seperti diketahui, kasus tersebut mulai muncul pada gelaran acara KTT APEC 2013 di Bali. Saat itu,  dipamerkan mobil listrik, sebagai kendaraan ramah lingkungan. Namun,  ternyata proyek mobil listrik itu menyimpan kasus korupsi. (Adri Irianto)


BAGIKAN

0 comments: