Tuesday, 28 February 2017

TNI Gelar Apel Pengamanan Jelang Kedatangan Raja Salman dan KTT IORA


Jelang kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al Saud dan Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA) ke-20 tahun 2017 di Indonesia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Gabungan Pengamanan Very-Very Important Person (VVIP). Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letjen TNI Edy Rahmayadi selaku Panglima Komando Gabungan (Pangkogab) Pengamanan VVIP meminta kepada para prajurut yang terlibat untuk melaksanakan tugas dengan penuh ketulusan dan keikhlasan.

“Rekatkan sinergitas dan kebersamaan dalam melaksanakan tugas dengan penuh ketulusan dan keikhlasan, demi mewujudkan rasa aman dan tenteram di masyarakat, serta mampu menjaga kredibilitas nama baik Negara Kesatuan Republik Indonesia di dunia Internasional,” kata Letjen TNI Edy Rahmayadi dalam amanantnya saat menjadi penerima apel di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (28/2/2017).

Pangkostrad menenkankan agar seluruh prajurit TNI-Polri harus memegang teguh semua ketentuan yang berlaku dan pedomani perintah operasi serta laksanakan Prosedur Tetap (Protap) pengamanan yang telah diatur oleh Undang-Undang. “Laksanakan perintah pimpinan yang ada di lapangan dalam setiap tindakan dan selalu berkoordinasi seketat-ketatnya dengan satuan tugas maupun instansi terkait demi kelancaran operasional tugas kita bersama,” katanya.

“Apabila terjadi gangguan dan hambatan yang mempengaruhi kelancaran kunjungan kenegaraan dan pelaksanaan KTT IORA, tetap memprioritaskan keamanan dan perlindungan terhadap rakyat Indonesia dengan mengedepankan profesionalitas dan soliditas,” ucap alumni Akmil tahun 1985 ini mengatakan.

Dalam kesempatan tersebut mantan Pangdam I/Bukint Barisan ini menyampaikan bahwa, TNI-Polri tidak akan mentolerir gerakan-gerakan yang ingin mengacau dan mencoba mempermalukan kewibawaan pemerintahan Republik Indonesia dengan memprovokasi maupun aksi-aksi yang dapat mengganggu kelancaran pelaksanaan pengamanan VVIP.

“Saya ingatkan lagi, keamanan dan keselamatan tamu negara Raja Arab Saudi beserta rombongan dan pelaksanaan KTT IORA dibebankan negara kepada kita semua. Jangan pernah ragu dalam melaksanakan tugas, kita adalah Bhayangkari Negara dan Bangsa Indonesia,” tutur pria yang pernah menjadi Panglima Divisi Infanteri (Pangdiv) 1 Kostrad ini.

Di akhir amanatnya Letjen TNI Edy Rahmayadi mengatakan bahwa, dalam melaksanakan tugas pengamanan VVIP seluruh prajurit TNI-Polri tidak boleh ragu dalam pelaksanaan tugas. “Selamat bertugas dan selamat berjuang, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu membimbing, memberi kekuatan, petunjuk, rahmat dan hidayah Nya kepada kita semua,” ujar pria yang mengawali karir militernya di Yonif 303/SSM Kostrad ini.

 
Adapun negara anggota IORA yaitu : Afrika Selatan, Australia, Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Kenya, Komoros, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Persatuan Emirat Arab, Seychelles, Singapura, Somalia, Sri Lanka, Tanzania,Thailand dan Yaman.

Pasukan TNI-Polri yang terlibat dalam Pengamanan VVIP kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi dengan kekuatan 5.384 prajurit yang terdiri dari Koopspam 20 personel, Satgaspam VVIP 222 personel, Satgaspam Wilayah I 1.289 personel, Satgaspam Wilayah II 515 personel, Satgas Pam Wilayah III 3.308 personel serta Polri dan intelijen sebanyak 1.700 personel.

Sedangkan Pengamanan VVIP KTT IORA ke-20 pasukan TNI-Polri yang terlibat dengan kekuatan 12.000 prajurit terdiri  dari: Kogabpam 400 personel, Kostrad  2.000 personel,  Kosatgaspam TNI  550 personel, Kohanudnas 700 personel, Kodam Jaya 1.700 personel, Koarmabar 800 personel, Koopsau-1 (Soetta)  650 personel, Koopsau-1(Halim)  400 personel, Kopassus 700 personel, Kormar  1.000 personel, Korpaskhas  700 personel,  Kodam II/Swj  300 personel, Kodam III/Slw  400 personel, Satkomlek TNI 100 personel, Satgas lainnya 1.700 personel.

Alutsista TNI yang dikerahkan pada pelaksanaan pengamanan VVIP tamu kenegaraan dan KTT IORA terdiri dari, TNI AD : 3 unit Heli Bell 412, 20 unit Rantis Anoa, 6 unit Ransus Jihandak, 3 unit Detektor/Radiasi, 2 unit Mine Detektor, 1 unit Drone dan 1 unit Rantis Komodo. TNI AL : 4 unsur KRI, 2 unit Heli Bell NV 412 dan 2 unit Sea Raider serta TNI AU : 1 unit BBJ, 1 unit Pesawat Boing 737- 400, 1 unit C-130 VIP, 1 unit C-295, 3 unit Heli NA S-332 VIP, 1 unit Heli NA S-332, 1 unit Heli SA-330 dan 1 unit Heli EC-120B. (Noor Irawan/Puspen)

BAGIKAN

0 comments: