Tuesday, 23 May 2017

19 Orang Tewas Akibat Ledakan Bom Saat Konser Arianae Grande di Manchester Arena

Sebuah ledakan terjadi usai konser penyanyi Amerika Serikat, Ariana Grande yang digelar di Manchester Arena, Inggris pada Senin (22/5/2017) malam waktu setempat atau Selasa dinihari WIB. Ledakan tersebut diduga akibat dari serangan bom bunuh diri.

“‘Bye Bye Manchester!’,”terian Ariana yang diikuti suara ledakan besar.

Lampu lokasi konser menyala dan para pengunjung konser berlarian ke luar arena indoor terbesar di Eropa tersebut. Mereka berteriak ketakutan akibat ledakan yang amat besar. Posisi ledakan terjadi tepat di serambi gedung Manchester Arena dimana lokasi tersebut adalah arena indoor terbesar di Eropa yang dibuka pada tahun 1995.

Sementara itu Ariana Grande sendiri dikabarkan selamat dari peristiwa ini. Seorang juru bicara label rekaman Ariana Grande memastikan hal tersebut seperti dikutip dari Reuters. Namun belum ada pernyataan resmi dari Ariana terkait kejadian ini.

Polisi setempat langsung berada di lokasi setelah mendapatkan laporan ledakan. Stasiun Manchester Victoria yang letaknya terdekat dari lokasi langsung ditutup menyusul kejadian ini. Dua pejabat dari Amerika Serikat menuturkan terdapat seorang pelaku yang dicurigai sebagai pelaku bom bunuh diri, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (23/5/2017). Kepolisian Inggris sebelumnya juga telah mengamankan benda yang diduga sebagai bom.

Polisi mengatakan, mereka merespons laporan warga pada Senin (22/5) malam sekitar pukul 22.35 waktu setempat. Konser yang diadakan di Manchester Arena juga banyak terdapat anak-anak yang berada di lokasi.

Kepolisian Inggris memastikan setidaknya terdapat 19 orang meninggal dunia dan 50 lainnya terluka akibat ledakan di Manchester Arena itu. Polisi menindak lanjuti ledakan tersebut sebagai serangan teroris.

Jika insiden tersebut merupakan tindakan terorisme, maka ini adalah serangan paling mematikan usai peristiwa bom bunuh diri di jaringan transportasi London pada Juli 2005 lalu. Ledakan ini terjadi pada 2,5 pekan sebelum pemilihan umum dimana Perdana Menteri Theresa May sebagai salah satu calon terkuat.

Inggris menjadi target kedua yang paling sering diincar oleh militan. Petugas antiteroris mengatakan telah mengupayakan penangkapan terduga teroris tiap harinya. (Noor Irawan/Reuters)



BAGIKAN

0 comments: