Tuesday, 23 May 2017

Aliran Duka Cita Terus Mengalir Usai Ledakan di Konser Ariana Grande

Penyanyi asal Amerika, Ariana Grande menggelar konser di Manchester Arena, Inggris, Senin (23/5/2017) malam waktu setempat atau Selasa dinihari. Namun dalam konser tersebut terjadi hal yang tidak diduga, tiba-tiba diakhir konser ada sebuah ledekan kencang seperti bom.

Ledakan yang terjadi pada pukul sekita 22.30 waktu setempat berasal dari salah satu selasar, yang diduga merupakan bom bunuh diri. Seperti yang dilansir dari berbagai sumber, ribuan orang  yang memadati Manchester Arena pada berlarian keluar dari lokasi acara konser tersebut.

Akibat bom tersebut, 19 orang dinyatakan tewas dan sebanyak 50 orang lainnya mengalami luka-luka. Sebuah pernyataan dari pihak Manchester Arena menyebutkan, ledakan terjadi setelah Ariana Grande menuntaskan lagu penutupnya di konser. Tak pelak, sorak sorai penuh keriangan dalam konserpun berubah menjadi teriakan penuh ketakutan dalam waktu singkat.

Tentu saja kejadian ini langsung menimbulkan reaksi keras di seluruh dunia, terutama para penggemar Ariana Grande, yang kerap disebut Arianators. Tak hanya menghujat pelaku peledakan, mereka juga menyampaikan rasa belasungkawa untuk para korban peristiwa ini.

Sebagai tanda solidaritas, para penggemar juga membuat sebuah simbol dukacita, yang kini tersebar luas di media sosial. Simbol tersebut adalah pita hitam yang diberi telinga kelinci—aksesori yang menjadi ciri khas Ariana Grande.

"Mengirim doa dan cinta untuk @arianagrande dan semua yang ada di Manchester!!" tulis pemilik akun @sgmoana.

"Tak ada kata-kata. Hanya doa. Hatiku hancur atas apa yang terjadi pada semua fans Ariana dan warga Manchester," tulis @justinpg284.

Tak ketinggalan Ariana Grande punjuga memberikan duka citanya. Pelantun lagu Break Free tersebut menyampaikan permintaan maaf dan kesedihannya. "Sedih. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya minta maaf. Saya tidak bisa berkata-kata," cuitnya.

Ungkapan kesedihan terus mengalir dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari klub lokal Manchester City. Klub sepak bola itu menyatakan belasungkawa kala mengetahui belasan korban tewas akibat bom di sebuah konser musik tersebut.

Lokasi Manchester Arena sendiri hanya 9 menit dari Etihad Stadium, kandang City. Dimana stadion konser tersebut berkapasitas 21 ribu penonton.

"Dengan duka yang besar kami mendengar kejadian mengerikan di Arena. Hati kami turut mengiringi mereka yang terkena dampaknya dan pada kota kami yang tengah dalam keadaan darurat," begitulah pernyataan resmi klub di akun Twitter Manchester City.

Perdana Menteri Inggris Theresa May juga mengatakan bahwa dia berdoa untuk korban dan keluarga mereka yang terkena dampak ledakan yang dianggap sebagai serangan teror mengerikan.

Sejauh ini, kepolisian setempat menyebutkan bahwa ada kemungkinan bahwa ledakan ini adalah tindakan terorisme. Area yang luas di sekitar arena telah ditutup, termasuk Stasiun Victoria. Stasiun tersebut diprediksi akan ditutup hingga sepanjang Selasa (23/5/2017). Polisi Manchester mengatakan mereka telah melakukan "controlled explosion" di area Cathedral Gardens, namun barang yang dimusnahkan tidak mencurigakan.

Polisi juga menghimbau melalui Twitter agar semua orang menjauh dari lokasi kejadian. Layanan darurat dan personel polisi juga sudah diterjunkan ke lokasi. Beberapa ruas jalan ditutup demi keamanan. Stasiun kereta Victoria yang bersebelahan dengan Manchester Arena ditutup. Semua penumpang juga dievakuasi polisi dari stasiun. (Noor Irawan / Reuters)

BAGIKAN

0 comments: