Friday, 26 May 2017

Korupsi Pengadaan Heli AW101 Menyeret Tiga Nama Personil TNI AU

Helikopter AW 101 TNI AU diberi police line (foto:Kompas)
 TNI bekerjasama dengan KPK berhasil mengungkap dugaan kasus korupsi pengadaan helikopter AW101 yang melibatkan tiga nama personil TNI AU dan mengakibatkan Negara merugi sebanyak Rp. 230 miliar.

Dalam pengusutan tersebut Panglima TNI menggerakan penyidik dari unsur Polisi Militer (POM) dibantu KPK melakukan investigasi penuh berdasarkan surat perintah yang dikeluarkan oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) tertanggal 29 Desember 2016.

“Dari hasil penyidikan pihak Polisi Militer (POM) sudah berhasil memperoleh alat bukti cukup dan tiga orang dinyatakan sebagai tersangka” ungkap Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dalam konfrensi persnya di gedung KPK, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/5/2017)..

Ketiga orang tersangka tersebut adalah Marsma TNI FA yang bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam pengadaan barang dan jasa, kedua Letkol W sebagai pejabat pemegang kas dan ketiga adalah Pelda S sebagai penyalur dana-dana terkait pengadaan ke pihak-pihak tertentu.

Saat ini helikopter buatan Inggris – Italy tersebut ditempatkan di salah satu hanggar TNI AU di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta dan diberi garis kuning police line sejak awal kedatangannya tahun lalu. (SRK)

BAGIKAN

0 comments: