Sunday, 7 May 2017

Sebabkan Ceceran Busa di Jalan, Kontrqktor MRT Diberi Sanksi

Ceceran busa yang dikira salju di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, pada Sabtu (6/5) kemarin ternyata berawal dari kelalaian pekerja konstruksi Mass Rapid Transit (MRT). PT MRT pun memberikan sanksi kepada pihak kontraktor.

"PT MRT Jakarta sudah memberikan teguran dan peringatan kepada kontraktor atas kejadian ini. Lebih lanjut, kontraktor akan diberi sanksi berupa Demerit Point (pengurangan poin nilai pada aspek Health and Safety Environment/HSE). Pengurangan poin ini akan masuk ke penilaian atas kinerja kontraktor dan nantinya dapat mempengaruhi peluang kontraktor tersebut untuk berpartisipasi dalam proyek-proyek MRT Jakarta di masa depan," ujar Tubagus Hikmatullah selaku Corporate Secretary Division Head dalam keterangannya, Minggu (7/5/2017).

Tubagus mengatakan PT MRT Jakarta akan segera berkonsolidasi dan melakukan evaluasi secara menyeluruh guna memperbaiki seluruh sistem dan metode kerja dalam proses pengerjaan proyek MRT Jakarta. Selain itu, Tubagus menyampaikan permohonan maaf atas kejadian itu.

"PT MRT Jakarta menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul dari insiden ini," sebut Tubagus.

Agar kejadian serupa tidak terulang, Tubagus menyebut PT MRT Jakarta telah membuat rencana aksi. Dia mengatakan ada 5 rencana aksi yang dilakukan.

"Pertama, memindahkan material sisa dari lokasi pengerjaan, lalu memberi pemahaman kepada pekerja tentang keselamatan dan tata cara penggunaan material dan peralatan sesuai dengan SOP dan MSDS, lalu meningkatkan pengawasan kerja di area proyek, kemudian membuat silt trap dan Mobile Concrete Barrier (MCB) patching serta metode kerja lainnya yang bertujuan untuk mencegah material proyek, baik padat maupun cair, keluar dari area proyek, dan menyediakan tempat penampungan tambahan dalam setiap penggunaan bahan-bahan kimia lainnya," ucap Tubagus.

Sebelumnya dia menyampaikan bila cairan berbusa itu adalah material 'Kankyo-8' yang digunakan untuk memudahkan proses pengeboran tanah. Dia menyebut Kankyo-8 sudah digunakan dalam pengerjaan pembuatan terowongan bawah tanah di Jepang dan di negara-negara lain.

"Kankyo-8 juga dikenal sebagai bahan yang ramah lingkungan karena masuk dalam kategori bahan kimia yang tidak berbahaya dan mudah larut secara alami," ucap Tubagus. (Himawan Aji)

BAGIKAN

0 comments: