Friday, 13 October 2017

Islam dan Pancasila Tidak Dapat Dipisahkan

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan, mengingatkan bangsa Indonesia, khususnya umat Islam agar bersatu, solid dan bersama-sama membangun negara. Pada kesempatan tersebut dia menegaskan bahwa Islam dan Pancasila tak bisa dipisahkan dan harus berjalan beriringan.

Hal tersebut dikatakan Zulkifli Hasan pada acara Halaqah Kebangsaan dan Rakernas Komisi Hukum dan Perundang-Undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) 2017 yang berlangsung di ballroom hotel Menara Peninsula, Jakarta, Kamis (12/10/2017) malam.

"Bangsa Indonesia, khususnya umat Islam agar saling menyadari sebagai bangsa Indonesia dan tidak mudah diadu satu-sama lain. Intinya Islam dan Pancasila adalah seiring sejalan. Contoh, umat Islam menjalankan ajatan agamanya itu sesuai dengan sila pertama dalam Pancasila. Islam dan Pancasila juga sejalan yakni sama-sama mempersatukan," kata Zulkifli seperti dikutip Antaranews.com.

Menurut Zulkifli, bangsa Indonesia, khususnya umat Islam saat ini sering terjadi salah kaprah. “Orang yang menjalani ajaran agama dianggap menjauhi Pancasila. Sebaliknya, orang yang menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara dianggap menjauhi agama,” katanya.

Zulkifli menegaskan Pancasila adalah dasar dan ideologi negara Indonesia. Pancasila, kata dia, adalah sistem nilai yang sejalan dengan semua ajaran agama di Indonesia.

Zulkifli pada kesempatan tersebut, menjelaskan bahwa proses kemerdekaan Indonesia, tidak terlepas peran dan perjuangan para ulama dan kyai serta organisasi keagamaan. Apalagi organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dibentuk pada masa perjuangan kemerdekaan.

"Para ulama banyak yang turut berjuang merebut kemerdekaan Indonesia. Saat perjuangan dahulu, resolusi jihad ulama besar KH Hasyim Asy'ari dengan pekikan takbir dan Merdeka menggaungkan semangat berjuang untuk merebut kemerdekaan," katanya.

Zulkifli juga menjelaskan soal lahirnya Pancasila hingga disepakati dengan lima sila seperti saat ini, merupakan bagian dari kesepakatan dan jiwa besar umat Islam. "Umat Islam, merelakan merevisi sila pertama Pancasila menjadi seperti saat ini, untuk mengakomodasi agama lain di Indonesia, agar Indonesia bersatu," katanya.

Menurut dia Indonesia berapa kali mengubah bentuk negara, dari republik, menjadi negara serikat dan kemudian kembali lagi menjadi negara Republik, tapi Pancasila tidak berubah. “Pancasila terbukti mempersatukan bangsa Indonesia yang heterogen,” katanya.
 
Ia juga berharap acara Halaqah dan Rakernas MUI ini betul-betul dapat memperkokoh persatuan umat Islam Indonesia. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Umum MUI, KH Ma’ruf Amin dan jajaran pengurus MUI. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: