Friday, 6 October 2017

Pancasila Mampu Satukan Indonesia Karena Hasil Ijtihad Ulama dan Kelompok Nasionalis,

Pancasila itu hasil ijitihad antara ulama dan kelompok nasionalis yang diramu dengan cara mengawinkan sistem berbasis modern dengan Islam dan kondisi yang ada di Indonesa. Indonesia yang memiliki 1.340 suku, tetapi dari dulu Pancasila terbukti tetap sakti menjadi alat pemersatu dan penguat bangsa.

“Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika terbukti mampu menyatukan keragaman yang ada di Indonesia. Karena itu marilah kita pelihara, kita kembangkan sesuai perkembangan jaman agar kita terhindar dari perpecahan,” kata mantan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Said Ali di Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Pria kelahiran Kudus, 19 Desember 1949 ini menjelaskan, Indonesia dulu adalah negara kerajaan yang memberlalukan hukum adat dan juga hukum islam. Hebatnya, dua hukum dapat berlaku secara bersamaan.  Di jaman modern, dua hukum itu bertambah satu yaitu hukum modern. Pancasila terbukti mampu mensinkronkan ketiga hukum itu yang terus disesuaikan dengan perkembangan jaman.

“Berbeda dengan Arab Saudi yang hanya ada satu hukum saja yaitu hukum islam, apabila seseorang melakukan kesalahan berat negara dapat memberlakukan hukuman pancung. Indonesia tidak berlaku hukum pancung  karena itu tidak boleh memaksakan hukum islam dengan adat dan budaya yang berlaku di indonesia,” kata alumni Hubungan Internasional Universitas Gajah Mada ini.

Pria pernah berkarir di Badan Intelejen Negara (BIN) sejak tahun 1974 ini juga menegaskan Pancasila menjamin hak kolektif seluruh warga negara tanpa membedakan identitas. Pada peristiwa 1998, misalnya, warga Tionghoa diusir oleh rakyat pribumi dari Indonesia. Namun, dengan landasan nilai Pancasila pemerintah menjaga dan melindungi warga Tionghoa tersebut karena mereka juga memiliki hak kolektif sebagai warga negara Indonesia.

Saat ini menurut As’ad ada tantangan besar untuk tetap menjaga Pancasila sebagai pandangan berbangsa dan bernegara. "Karena ada beberapa kelompok yang bertentangan dan bahkan menolak dasar negara tersebut," ujarnya.

Karena itulah, pria yang ditugaskan untuk mengurusi Kaderisasi dan ekonomi di PBNU ini mengapreasi langkah pemerintah untuk mengokohkan kembali nilai-nilai Pancasila. “Pancasila harus kembali seperti dulu, yang dapat menjadi pemersatu bangsa Indonesia.” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Kepala BIN ini mengakhiri. (Adri Irianto)

BAGIKAN

0 comments: