Thursday, 23 November 2017

Golkar Langsung Munaslub Jika Setnov Kalah di Praperadilan

  Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham menyatakan jika Setya Novanto nantinya menang dalam praperadilan, maka secara otomatis akan kembali memimpin Golkar. Namun jika ternyata kalah, maka dirinya dan Ketua Harian Partai Golkar, Nurdin Halid akan melaksanakan rapat pleno untuk menentukan langkah selanjutnya meminta agar Setya Novanto untuk mengundurkan diri.

"Tapi apabila tidak diterima, ditolak maka secara serta merta Plt Ketua Umum bersama lainnya menggelar rapat pleno dengan terlebih dahulu komunikasi dengan Novanto untuk sampaikan saran pengunduran diri," kata Idrus di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Rabu (22/11/2017).

Jika sudah ditentukan rapat pleno akan diputuskan langkah selanjutnya. "Dan apabila tidak, kita tentu bicarakan dalam rapat pleno untuk tentukan langkah selanjutnya. Ya nanti tentu akan digelar Munaslub," ungkap Idrus.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengakui, dalam rapat pleno sebagian anggota DPD I meminta diselenggarakan Munaslub untuk melengserkan Novanto. Namun usulan itu belum bisa terpenuhi. Sebab, Munaslub baru bisa digelar jika didukung 2/3 dari anggota DPD I dam DPD II.

"Bahwa ada sebagian anggota DPD I yang menginginkan adanya penyelamatan partai dengan melakukan Munaslub, tetapi ini kan masih belum cukup secara aturan organisasi," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu.

Pada akhirnya, kata Ace, Munaslub akan dilaksanakan bila Novanto kalah dalam praperadilan melawan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena mesti 2/3 dan karena juga rapat pleno mendengarkan pandangan dari masyarakat, terutama dari internal Partai Golkar melalui DPD yang menginginkan Pak SN mengundurkan diri dan dilakukan Munaslub juga diakomodasi jika memang proses praperadilan ternyata ditolak oleh pengadilan," ujarnya.

Ace menganggap putusan itu yang terbaik untuk partai berlambang pohon beringin. Sebab keputusan itu sudah mencakup beberapa aspirasi dari berbagi pihak.

"Saya kira hasil keputusan rapat pleno kemarin merupakan kompromi terbaik ya untuk menyatukan berbagai macam kepentingan, di satu sisi Pak Setya Novanto dalam upaya pencarian keadilan itu tidak diabaikan, tetapi di sisi lain bahwa Partai Golkar pun juga harus berjalan mekanismenya sesuai dengan mekanisme organisasi dengan cara munaslub tersebut," ucapnya. (M. Triez)

 

BAGIKAN

1 comment: