Thursday, 2 November 2017

Pemuda Memiliki Peranan Penting untuk Kekuatan Bangsa

Dulunya orang ini orang ini dikenal sebagai mantan polisi yang juga mantan kombatan teroris pengikut jaringan Al Qaeda. Tapi orang yang ulunya pernah berdinas di Polres Depok ini sudah tobat dan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Ia bahkan kini aktif membantu pemerintah dalam menyuarakan perdamaian dan anti radikalisme terorisme. Terkait dengan perayaan Sumpah pemdua yang jatuh paa 28 oktober lalu,  pria yang memiliki nama Muhammad Sofyan Tsauri dan pernah divonis 6 tahun ini berbicara mengenai  pemuda dan radikalisme.

“Pertama generasi muda memegang sebuah peranan yang penting bagi kekuatan suatu bangsa. Banyak orang bijak mengatakan bahwa pemuda ini mempunyai energi yang lebih dan mempunyai idealisme yang kuat. Alangkah baiknya bila energi itu diarahkan pada hal-hal positif yang lebih bermanfaat bagi sesama manusia, membangun bangsa dan negara,” kata Sofyan ditemui di Jakarta, Rabu (1/11/2017).

Dikatakannya, dalam pepatah Arab ‘sesungguhnya pemuda itu adalah tonggak umat’. “Kalau dia mundur maka mundurlah umat ini, namun apabila ia maju maka maju lah umat ini,” lanjut Sofyan.

Selain itu, pemuda menurutnya juga memiliki idealisme yang kuat. Mereka bahkan enggan mengekor begitu saja dengan apa yang diwariskan orang tuanya. Generasi muda juga haus ilmu dan informasi dan hal inilah yang kini dimanfaatkan kelompok radikal untuk melakukan propaganda untuk merekrut anggota baru, yaitu generasi muda.

“Karena itu kita harus bekali generasi muda dengan pengetahuan dan ilmu positif, terutama ideologi dan kebangsaan. Ini penting karena masa depan bangsa ini berada di tangan generasi muda,” tuturnya.

Untuk itu dirinya meminta kepada generasi muda Indonesia untuk bisa mengambil pelajaran dari perjalanan sejarah bangsa. Pasalnya, bangsa Indonesia menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berawal dari Sumpah Pemuda 1928. Nilai dan semangat Sumpah Pemuda inilah yang harus terus diteladani, agar mereka tidak salah jalan seperti yang pernah ia lakukan saat terjerumus pada kelompok radikal terorisme.

“Generasi muda harus cerdas dalam mengaktualisasi diri terutama dalam menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme,” tutur mantan anak buah Kepala BNPT Komjen Pol. Drs Suhardi Alius saat masih menjadi Kapolres Metro Depok ini.

Banyak teladan yang bisa dijadikan pelajaran generasi muda Indonesia dalam menghadapi era globalisasi ini. Salah satunya adalah teladan dari Rasulullah Muhammad SAW. Pertama generasi muda harus mempunyai karakter dan jati diri. Bahwa indonesia adalah bangsa yang majemuk , bangsa indonesia adalah bangsa yang menghargai perbedaan dan sebagaianya

Belajar dari pelajaran hidupnya, Sofyan mengajak generasi muda untuk menyalurkan energi mereka untuk pembangunan. Selain itu dalam rangka membentuk karakter bangsa, generasi muda jangan muda ternoda oleh paham-paham yang merusak.

“Menurut saya, ancaman radikalisme adalah ancaman besar, ancaman yang sangat serius bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Maksudnya paham-paham yang tidak mengerti tentang toleransi , tidak mengerti tentang kemajemukan yang ada di Indonesia sehingga itu menjadi pemicu perpecahan,” terang Sofyan.

BAGIKAN

0 comments: