Thursday, 23 November 2017

TNI Tunggu Keterangan Mantan KSAU Dalam Menyelidiki Dugaan Korupsi Pengadaan Heli AW 1014

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan kalau pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter Agusta Westland (AW) 101. Namun demikian menurut Gatot, pihaknya juga menunggu mantan KSAU Masrsekal TNI (purn.) Agus Supriatna untuk memberikan keterangan kepada Polisi Militer (POM) TNI.

"Saat ribut-ribut dulu, saya dipanggil oleh Bapak Presiden dan menanyakan kerugian negara. Beliau bilang, kejar terus, ya. Dan ini berarti perintah yang harus saya lakukan sampai berhasil," kata Gatot setelah menghadiri malam keakraban Persatuan Purnawirawan ABRI (Pepabri) di Kartika Chandra, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (22/11/2017).

Mantan KSAD ke 30 ini menjelaskan kalau pihaknya telah mengadakan investigasi bersama Komisi Pemberantasan Koruspsi (KPK). Dia menegaskan POM TNI terus menyelidiki dan menyidik kasus ini.

"Karena Irfan (Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri/DJM)) sudah diperiksa KPK, dari informasi inilah kita kembangkan POM melakukan penyelidikan, penyidikan, dan memanggil mantan KSAU untuk dimintai keterangan sebagai saksi," jelas mantan Pangkostrad dan Komandan Kodiklat TNI-AD ini .

Namun dirinya menepis kabar POM TNI akan memanggil paksa mantan KSAU Marsekal Agus Supriatna. Gatot meyakini Agus akan datang tanpa paksaan.

"Ya, beliau ada kesibukan, kita tunggu saja. Mungkin setelah selesai sibuknya akan memberikan keterangan sebagai saksi. Saya pikir tidak pakai paksa-paksa beliau pasti sudah akan datang," kata pria yang pernah menjadi Pangdam V/Brawijaya ini.

Sebelumnya, gugatan praperadilan dilayangkan oleh Direktur Utama PT DJM Irfan Kurnia Saleh dalam kasus dugaan korupsi pengadaan helikopter AW-101. Namun penetapan tersangka Irfan dianggap hakim telah sesuai dengan prosedur. (Himawan Aji)

BAGIKAN

0 comments: