Wednesday, 27 December 2017

Bawaslu Gandeng Polri dan Kelompok Masyarakat Untuk Cegah Isu SARA di Pilkada

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akan melakukan kerjasama dengan kelompok masyarakat seperti Majelis Ulama Indonesia dan Polri untuk mengantisipasi munculnya kembali isu SARA dan politik identitas dalam penyelenggaraan pilkada maupun pemilu.

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar menjelaskan, hal tersebut dilakukan untuk mendidik para kader maupun simpatisan pendukung salah satu calon untuk tidak menggunakan isu-isu seperti itu saat pilkada maupun pemilu nantinya.

“Kami juga melakukan kerjasama dengan kelompok-kelompok masyarakat misalnya kepada MUI dan juga kepada lembaga-lembaga lain untuk mendidik para kadernya untuk tidak menggunakan isu-isu seperti itu,” kata Fritz di Dhotel, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu (27/12/2017).

Frintz meminta kepada kelompok masyarakat yang ada untuk tetap menjaga kebhinekaan Indonesia yang merupakan tugas semua warga negara untuk menjaganya, seperti menjauhkan isu SARA dari ajang kontestasi pilkada dan pemilu.

“Kami minta pada teman-teman lain di lembaga lain untuk melihat bahwa menjaga kebhinekaan Indonesia adalah tugas kita bersama dalam fungsi-fungsi tersebut. Karena kontestasi pemilu ini sangat akan kental sekali sehingga isu-isu tersebut harus dibatasin,” ujarnya.

Selain itu, Bawaslu juga sudah melakukan antisipasi melalui kerjasama dengan Polri melalui Bareskrim yang terkait dengan Cyber Crime Unit.

“Karena kan ujaran kebencian itu biasa disampaikan lewat media sosial. Jadi, itu bisa akan fungsi tersebut akan dilaporkan kepada kepolisian dan kepolisian menindaklanjutinya,” katanya.  (M. Tariez)

BAGIKAN

0 comments: