Tuesday, 12 December 2017

Indonesia Dengan Keragaman Agamanya Bisa Jadi Contoh Untuk Spirit Perdamaian di Timur Tengah

Mengelola keragaman agama, budaya, suku, bahasa, dan lain-lain telah dilakukan bangsa Indonesia dan sudah terbukti berhasil. Dan tentunya itu menjadi suatu satu kesatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang aman dan damai. Keberhasilan itu tidak lepas dari spirit keagamaan yang terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara di bumi Nusantara.

Ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Maman Imanulhaq menegaskan bahwa spirit keagamaan di Indonesia bisa dijadikan contoh untuk membantu perdamaian di Timur Tengah. Seperti diketahui, setelah teror ISIS agak mereda, Timur Tengah kini kembali bergolak. Itu dipicu dengan keputusan Amerika Serikat (AS) yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

“Krisis Palestina adalah karena krisis kemanusiaan di mana bangsa dan semua agama  harus bersinergi mencari solusi krisis Ini. Indonesia bisa berperan lebih untuk memberikan solusi bagi penyelesaian Palestina, karena Indonesia punya pengalaman mengelola keberagaman dan penyelesaikan konflik”, tutur Maman di Jakarta, Selasa (12/12/2017).

Maman menambahkan bahwa Indonesia telah berhasil menjadikan agama sebagai spirit untuk peradaban yang maju, damai dan toleran. Indonesia akan mampu menyelesaikan persoalan konflik abadi Palestina-Israel tersebut dan juga konflik lain di Timur Tengah.

"Posisi Timur Tengah sedang krisis dan lemah. Indonesia harus mendorong seluruh ormas Islam melakukan diplomasi kultural salahsatunya lebih aktif berkomunikasi dengan jaringan ulama dunia," imbuh pimpinan Ponpes Al-Mizan Jatiwangi Jabar ini.

Yang pasti, tegas KH Maman, LDNU  mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Ia menilai, Trump telah mempersulit upaya perdamaian Israel-Palestina karena dapat menuai reaksi keras dunia.

" Amanat konstitusi kita adalah mendukung kemerdekaan Palestina yang mencakup wilayah Yerusalem karena hakikat kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan,” tegas Maman yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PKB ini.

LDNU mengapresiasi respon keras Presiden Jokowi terhadap manuver Trump. Bahkan Maman dalam sidang paripurna DPR RI, Senin (11/12/2017) meminta pemerintah Indonesia termasuk DPR RI mendesak PBB dan OKI membahas keputusan Trump yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel ini.  Dan meminta seluruh Uumat Islam melakukan Qunut Nazilah setiap Sholat Fardhu agar tragedi kemanusiaan ini segera berakhir. (Adri Irianto)

BAGIKAN

0 comments: