Wednesday, 27 December 2017

Ini Yang Dilakukan Geng Motor "Jepang" Saat Beraksi di Depok

26 Anggota geng motor yang menjarah toko pakaian di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok, akhirnya diamankan polisi. Sepak terjang Geng Jepang ini terkuak,

Aksi anggota geng motor ini awalnya terekam CCTV dan tersebar di media sosial. Beberapa anggota geng motor menyerbu dan menjarah toko pakaian di Jl Sentosa Raya, Sukmajaya, Kota Depok pada Minggu 24 Desember 2017 pukul 04.42 WIB dini hari. Beberapa di antaranya tampak menenteng senjata tajam.

Anggota Reskrim Polresta Depok kemudian bergerak cepat dan menangkap 26 anggota geng. Tiga di antaranya perempuan. Perempuan di geng 'Jepang' memiliki peran khusus. Mereka bertugas merekrut anak muda yang ingin menjadi anggota geng. Perempuan geng 'Jepang' juga diikutkan ketika mereka berkonvoi. Namun mereka tidak dilibatkan saat tawuran.

Usut punya usut, Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Putu Kholis Aryana menjelaskan asal usul nama Geng Jepang tersebut. Jepang yang dimaksud bukan negara, melainkan singkatan dari Jembatan Mampang yang berada di Kota Depok. Karena kerap nongkrong di Jembatan Mampang mereka pun menamakan dirinya Geng 'Jepang'.

Geng Jepang ini terkenal sering berbuat keonaran di Depok. Selain menjarah toko pakaian, Geng Jepang ini pernah terlibat dalam 5 kali kasus penjarahan. Mereka juga menjarah warung, tukang gorengan, dan penjual nasi goreng.

"Aktivitasnya ya berbuat onar seperti itu, tawuran, menjarah, nongkrong-nongkrong nggak jelas," lanjut Kholis.

Tidak hanya melakukan penjarahan, empat orang anggota Geng Jepang mengkonsumsi narkoba. "Ada empat orang yang urinenya positif mengandung narkotika," kata Kholis.

Dari keempat orang tersebut, ada yang positif ganja, methampetamine/amphetamjne dan benzo. Keempat yang positif narkotika adalah pelaku laki-laki. "Kalau yang perempuan tidak ada yang positif, tiga-tiganya negatif," imbuh Putu.

Markas Geng Jepang yang berlokasi di bengkel wilayah Mampang, Pancoranmas juga digeledah polisi. Barang bukti penjarahan juga diamankan. Selain senjata tajam, sebutir pil koplo dan sejumlah botol bekas minuman keras. Diduga, anggota geng motor ini berpesta miras di markasnya itu.

Hingga kini, para pelaku masih diperiksa di Mapolresta Depok. Polisi akan mendalami track record puluhan anggota geng motor tersebut.

Kholis menambahkan, sebelum kejadian itu, mereka juga pernah menjarah warteg. "Para pelaku yang ditangkap juga merupakan pelaku di TKP Sawangan, korbannya warteg di Limo," ujar Kholis.

Kholis mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (22/12/2017) malam. Mereka secara bergerombol dengan menggunakan motor mendatangi warteg tersebut. "Kemudian mengambil-ambil makanan dan kopi saset yang ada di warteg tersebut," katanya

Polisi masih terus mendalami kejahatan para pelaku. Mereka dijerat dengan Pasal 365 KUHP terkait pencurian dengan kekerasan. "Bahkan pada saat melakukan penjarahan di warteg pun mereka membawa senjata tajam," ujarnya mengakhiri (Sofyan Ahmad)

BAGIKAN

0 comments: