Friday, 8 December 2017

Pamitan di Armatim, Panglima TNI Minta Prajurit YNI Jaga Netralitas

Usai berpamitan dengan para prajurit Kostrad dan Kopassus, Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo berpamitan kepada prajurit TNI yang berada di wilayah Surabaya. Pamitan Jenderal Gatot tersebut digelar di lapangan olahraga indoor markas Komando Armada RI Kawasan Timur (Koarmatim), Ujung, Surabaya, Jumat ( 8/12/2017).

Tidak kurang sekitar 3000 personel TNI dari tiga matra berkumpul dengan mengenakan seragam loreng. Mereka memenuhi tempat ini dengan duduk bersila dalam menyambut kedatangan Gatot Nurmantyo dan mendengarkan pengarahan dari orang nomor satu di jajaran TNI tersebut. Hal tersebut dikarenakan pucuk pimpinan TNI akan disandang oleh Marsekal Hadi Tjahjanto.

”Saya mau pamit. Maret nanti saya sudah menjadi prajurit paripurna,” kata Gatot.

Laki-laki kelahiran Tegal 13 Maret 1960 ini mengungkapkan, selama menjadi panglima dia telah menyimpan semua kebanggaan dan kehormatan TNI. ”Semua kenangan menjadi prajurit akan saya simpan di sanubari dan detak jantung saya. Jiwa prajurit akan tetap hidup dan akan menyemangati hidup saya,” ungkap Gatot yang disambut dengan tepuk tangan.

Mantan Kepala Staf TNI AD ini menuturkan jika dia selalu teringat saat menjadi prajurit ketika berada di hadapan banyak anak buahnya. ”Ini semua mengingatkan akan pengabdian kepada negara. Saya cinta dan bangga pada TNI. Maaf apabila ada salah selama saya menjabat Panglima TNI,” ucap mantan Pangkostrad ini.

Selain itu, Gatot merasa bangga kepada Marinir yang dinilainya sebagai petarung-petarung hebat yang tidak pantang menyerah. Sekali menyerang, tidak mungkin mundur. ”Karena itu, saya memilih salah satu pengawal saya dari prajurit Marinir,” akun pria yang juga pernah menjadi Komandan Kodiklat TNI-AD ini.

Lulusan Akabri tahun 1982 ini menyampaikan pesan kepada prajurit TNI agar menjaga netralitas dalam pemilukada tahun 2018 mendatang. ”Kita harus saling mengingatkan jika ada anggota TNI yang mendukung salah satu partai. Tegur secara sopan. Kalau marah, tinggalkan dan segera laporkan ke atasannya. Anggota TNI harus bisa mendamaikan dan membuat membuat sejuk saat pemilu nanti,” kata mantan Pangdam V/Brawijaya ini.

Mengenai pergantian jabatan panglima yang terkesan dipercepat dirinya mengatakan kalau hal tersebut adalah mutlak hak presiden. ”Dengan cepat diserahterimakan, berarti tidak ada lagi waktu yang kosong. Tidak terjadi kegamangan. Panglima yang baru agar bisa cepat bekerja. Jika terjadi sesuatu, agar bisa cepat diatasi,” tutur Gatot.

Bagi Gatot, menjabat panglima selama hampir tiga tahun sudah cukup baginya. ”Itu tidak sebentar lho. Tidak selamanya panglima TNI dijabat sampai pensiun,” tuturnya.

Apalagi mengingat pemilukada sudah tinggal beberapa bulan lagi. ”Presiden berpikir mungkin pergantian panglima ini untuk persiapan menghadapi pilkada. Saat pemilukada nanti pengamanan sudah matang,” lanjut Gatot.

Untuk itu dalam Pilkada Serentak tahun 2018 dan Pilpres tahun 2019 mendatang dirinya menegaskan pada seluruh jajaran TNI untuk tetap menjaga netralitas selama pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

"Pada saat yang sama saya menegaskan pula bahwa politik TNI adalah politik negara. Politik yang diabdikan bagi tegaknya kesatuan Indonesia, yang di dalamnya terangkum ketaatan hukum, untuk kepentingan rakyat di atas kepentingan segala-galanya, apakah kepada atasan dari bawah ke atas sampai kepada paling atas Presiden Republik Indonesia," kata Panglima TNI

Dirinya mengingatkan kepada para prajurit TNI agar tetap netral pada tahun politik. "Ingat TNI harus netral, tidak ada kata lain," tegasnya.

Jenderal TNI bintang empat itu juga meminta seluruh prajurit TNI-Polri harus memegang teguh soliditas dan kerjasama. Dengan menjaga soliditas, kata dia, maka keamanan dapat terjaga dengan baik.

"Saat itu dihadapan Kapolda dan Kapolres maupun pejabat utama kepolisian, saya pesankan sampaikan kepada anak buahmu tolong bantu saya. Apabila ada prajurit-prajurit saya melaksanakan politik praktis dan tidak netral, sampaikan dengan sopan, dan para prajurit apabila diingatkan harus mengucapkan terima kasih," tuturnya.

 Demikian pula apabila ada anggota kepolisian yang tidak netral baik di Pilkada maupun Pilgub, para prajurit melihatnya segera diingatkan dan sampaikan kepada atasannya. "Karena sebagai prajurit TNI-Polri kita harus taat hukum, dan mengutamakan kepentingan rakyat," katanya mengakhiri.

Disinggung soal sosok Marsekal Hadi Tjahjanto, Gatot mengatakan jika Hadi adalah bekas anak buahnya. ”Beliau KSAU. Orangnya hebat. Apa yang saya lakukan selalu saya diskusikan dengan beliau. Tidak ada masalah,” ujar Gatot.

Setelah berpamitan Gatot menuju ke tengah barisan prajurit. Dia dipanggul dan diarak menuju ke belakang barisan. Para prajurit banyak yang berebut untuk berjabat tangan dan foto selfie. Setelah berkunjung ke Surabaya, Gatot terbang ke Lanud Iswajudi, Madiun. (Hendy Setiadi)


BAGIKAN

0 comments: