Friday, 8 December 2017

Presiden Lantik Marsekal Hadi Tjahjanto Sebagai Panglima TNI

Presiden Joko Widodo secara resmi melantik Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI menggantikan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan memasuki masa pensiun.

Pelantikan mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) tersebut digelar di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Jumat, 8 Desember 2017 sekira pukul 17.00 WIB.

Upacara pelantikan diawali dengan pembacaan surat keputusan pengangkatan Hadi Tjahjanto dan pemberhentian dengan hormat Jenderal Gatot Nurmantyo.

"Menimbang dan seterusnya, memutuskan dan seterusnya, memberhentikan secara hormat Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI, disertakan ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut. Kedua, mengangkat Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI," kata Sekretaris Militer Presiden.

Setelah surat keputusan presiden dibacakan, acara dilanjutkan dengan pengambilan sumpah oleh Jokowi yang diikuti oleh Hadi Tjahjanto.

‎Pada sumpahnya, Hadi Tjahjanto menyatakan siap menjalankan tugas sebagai Panglima TNI dengan berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945. Selain itu, sebagai pejabat tinggi negara, dia bersumpah akan menolak berbagai macam pemberian.

‎"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau suatu pemberian berupa apa saja dari siapa pun juga yang saya tahu atau patut dapat mengira bahwa dia mempunyai hal yang bersangkutan atau mungkin bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya," ucap Hadi Tjahjanto, mengikuti lafaz sumpah yang dibacakan Presiden Jokowi.

"Bahwa saya akan akan senantiasa menjunjung tinggi sumpah prajurit," dia melanjutkan.


Usai pengucapan sumpah akan dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan ucapan selamat kepada Hadi Tjahjanto dari sejumlah pejabat negara yang hadir.

Hadi Tjahjanto dilantik menjadi Panglima TNI berdasarkan pada Surat Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2017 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Panglima TNI. Sebelumnya, Hadi disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat menjadi Panglima TNI usai menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi I DPR pada Rabu kemarin.

Pria kelahiran 8 November 1963 tersebut sebelumnya menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) sejak 18 Januari 2017. Hadi mengawali karier sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Skadron Udara 4 Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Ia banyak menghabiskan waktunya di Skadron 4 Malang hingga menjabat Komandan Flight Ops "A" Flightlat Skadron Udara 32 Wing Udara 2.

Pada 2010-2011, ia diberi tugas untuk menjabat Komandan Pangkalan Udara Adisumarmo, Solo, Jawa Tengah. Dirinya juga sempat menjabat Sekretaris Militer Presiden hingga 2016. Sebelum diangkat sebagai KSAU, Hadi menjabat Irjen Kementerian Pertahanan.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dan jabat tangan yang dimulai dari Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri untuk kemudian diikuti oleh sejumlah tamu undangan yang hadir.


Sebelumnya, Hadi Tjahjanto menyatakan, dia akan fokus dalam beberapa hal setelah jadi Panglima TNI nanti. Misalnya industri pertahanan. "Seperti di PT PAL Indonesia dan PT Pindad Indonesia, itu keperluan mendasar untuk TNI dari sana," kata Hadi Tjahjanto.

Dia menyatakan, antara Polri dan TNI akan saling bersinergis berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Sehingga tak ada konflik pada kedua belah pihak. "Kita semua akan senang, solidaritas TNI-Polri yang dipentingkan," ujar Hadi Tjahjanto.

Sedangkan untuk menghadapi tahun politik, Hadi menyatakan, TNI akan netral dan tidak berpolitik praktis. "Kita perkuat jati diri sebagai tentara rakyat, tentara pejuang dan profesional. TNI tidak berpolitik dan ikuti politik negara," jelas Hadi Tjahjanto. (Noor Irawan)

BAGIKAN

0 comments: