59 Prajurit Lulus Pendidikan Intai Tempur Kostrad - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 19 December 2017

59 Prajurit Lulus Pendidikan Intai Tempur Kostrad

Panglima Kostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi resmi menutup latihan pendidikan pasukan Pengintai Tempur (Taipur) Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) ke-VII di Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa, (19/12/2017).

"Taipur itu adalah puncaknya latihan pasukan cakra yang dilatih oleh pasukan Kostrad,” kata Edy dalam sambutannya. Meski diguyur hujan, upacara penutupan latihan pembentukan prajurit Taipur tetap khidmat.

Alumni Akmil tahun 1985 ini menurutkan jumlah prajurit Taipur Kostrad kini 32 ribu orang. “Ke depan akan dibentuk divisi tiga nanti jumlahnya akan 46 ribu,” sebutnya.

Prajurit yang ikut pendidikan Taipur kali ini hanya 61 orang, dari 29 ribu yang diseleksi secara ketat. Tapi dari 61 orang yang ikut latihan, tak semua lulus. “Sampai akhir latihan hanya lulus 56 orang," ujar mantan Pangdam I/Bukit Barisan ini.

Taipur merupakan prajurit Kostrad yang memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan operasi di pelbagai medan baik di rawa laut, hutan, gunung, maupun di udara.

"Pasukan Taipur adalah pasukan khususnya Kostrad. Dia jumlahnya sedikit, hanya satu datasemen. Setiap tahun dia melahirkan hanya kurang lebih 50 prajurit,” kata Edy.

“Para prajurit ini dilatih selama tujuh bulan, ada latihan di Kopasus, dia harus mempunyai kemampuan sandi (intai), latihan di Denjaka, air juga latihan ada Kopaska dan yang terakhir latihan hutan gunung," ujar Edy.

Mereka lanjutnya, menjalani pelatihan yang dimulai dari Cilodong, kemudian menunuju Karawang, menyusuri hutan dengan berjalan kaki hingga berakhir di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.

"Mereka yang ikut latihan merupakan prajurit pilihan. Karena ada lulusan Akmil yang adhi makayasa (peringkat satu) ikut di sini, ada yang terbaik-terbaik dari bintara dan yang terbaik-terbaik dari tamtama ada di sini," kata pria yang juga pernah menjadi Panglima Divisi Infanteri 1/Kostad ini

Para pasukan Taipur sambung Edy, dituntut memiliki stamina yang tinggi di atas rata-rata. Selain itu dilengkapi dengan kemampuan menembak yang sangat baik serta mental yang mumpuni.

"Dia (Taipur) staminanya minimal dia 85, kalo prajurit infanteri itu 70 prajurit Kostrad 75, maka dia di tuntut standarisasi stamina dia 85. Menembak dia 90 jadi kalau dia menembak idung kena hidung, nembak mata kena mata, lantas mentalnya benar-benar ini didikan masuk Kopasus, Denjaka, Kopaska intinya semua pasukan bravo dirasakan semua pasukan elitnya Angkatan Darat," ungkap Edy.
 
Dalam acara penutupan tersebut para prajurit melakukan demonstrasi menunjukkan kemampuannya dalam membebaskan sandera serta menaklukkan para penjahat. Mereka juga melakukan aksi terjun payung yang dlanjutkan dengan berenang. Tak hanya itu mereka juga menunjukkan kebolehannya dengan menaklukkan ular berbisa. Atraksi itu tentunya mengundang perhatian warga. (Noor Irawan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com