Gubernur Jatim Soekarwo Yakin Dewanti Mampu Pimpin Kota Batu Lebih Baik - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Monday, 8 January 2018

Gubernur Jatim Soekarwo Yakin Dewanti Mampu Pimpin Kota Batu Lebih Baik

Walikota Baru, Dewanti Rumpoko, yang merupakan Walikota perempuan pertama di Malang Raya, menjalani serah terima jabatan,Senin (8/1/2017). Gubernur Jatim, Soekarwo yakin, Dewanti Rumpoko mampu untuk memimpin Kota Batu lebih baik. Ia melihat kapabilitas Dewanti Rumpoko. Sekaligus menegaskan, secara kultur, wanita di Jatim bukan sekadar konco wingking (Pendamping).

Kata Soekarwo, di Jatim pernah ada raja perempuan Tribhuwana Wijayatunggadewi dengan gelar abhisekaSri Tribhuwanottunggadewi Maharajasa Jayawisnuwardhani. Keberadaannya menunjukkan, bahwa wanita di Jatim mampu untuk memimpin.

Hal tersebut dikemukakan oleh Soekarwo saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa, Serah Terima Jabatan Wali Kota Batu masa jabatan 2017 - 2022 di Gedung DPRD Kota Batu, Senin hari ini.

Dalam kesempatan itu, Pakde meminta kepada wali kota dan wakil wali kota agar jangan sampai seluruh program dari pemerintahan terdahulu dibongkar semuanya, ia berharap program yang baik masih bisa terus dilanjutkan.

"Saya pesan betul, agar membuat APBD dengan e-Budgeting yang New Budgeting, jadi harus detil terhadap penggunaan anggaran, kepada siapa, jumlahnya berapa, alamatnya dimana, itu harus detil. Untuk namanya e-Budgeting yang detail itu kita sebut dengan New Budgeting," terang Pakde Karwo, panggilan akrab gubernur.

Ia juga berpesan, komitmen yang kuat dalam pembangunan harus terus dilanjutkan lewat RPJMD Nawa Bhakti. Di Jawa Timur menurut Pakde ada empat budaya yang berkembang, yakni budaya arek, budaya Madura, budaya Mataraman dan budaya Osing. Kota Batu masuk dalam karakter budaya Arek, di mana sektor agraris, industri dan UKM yang menjadi mata penghasilan. Ditempat ini tokoh agama dan tokoh masyarakat paling penting.

"Kesalahan kita merasa pendapat kita, pasti cocok dengan orang lain, padahal itu salah," tegasnya.
Indonesia menerapkan ekonomi Pancasila, di mana setiap pemimpin daerah harus memberikan kesempatan lebih besar kepada yang kecil daripada yang besar.
"Yang kecil  jangan dibiarkan kalah dalam pertarungan dengan yang besar, yang diurus pertama kali ada keadilan," tegas Pakde.

Dalam pemerintahan yang baru ini, masalah keuangan harus diperhatikan. Masalah uang memang tidak penting tapi perlu. Ia mengingatkan Punjul selaku Wakil Wali Kota tidak memiliki otoritas untuk pengelolaan keuangan, karena otoritas tersebut ada pada wali kota. "Porsi wali kota dan wakil wali kota itu penting untuk diberitahukan, itu diatur oleh UU agar tercipta kerjasama yang baik," ujarnya.

Soekarwo berpesan dalam menjalankan roda pemerintahan, kepatuhan pada hukum sangat penting. Karena itu ia meminta kepada Pemkot Batu untuk selalu mematuhi aturan yang ada.  Ada beberapa pesan penting yang disampaikan Soekarwo saat itu, antara lain RPJMD Kota Batu harus selesai sebelum enam bulan, begitu juga dengan laju pertumbuhan penduduk Kota Batu mencapai 0,91 lebih tinggi dari Provinsi Jatim yang hanya 0,59.  Pertumbuhan penduduk ini penting untuk dikendalikan.

Pendapatan tertinggi dari Kota Batu adalah perdagangan dan pertanian, Pakde mengingatkan yang menjadi permasalahan pertanian bukan pada produksi, namun pada pemasaran produk pertanian. Ia berharap wali kota dan wakil wali kota bisa menyelesaikan permasalah ini.

Pertumbuhan ekonomi Kota Batu cukup tinggi, bahkan di atas Provinsi Jawa Timur yang mencapai 5,55 persen sementara Kota Batu 6,61. Dengan perkembangan ini, penting bagi Wali Kota Batu untuk memikirkan tidak hanya Batu, namun dengan Kota dan Kabupaten Malang. Karena itu, ia memuji niat wali kota untuk bersilaturahmi dengan dua pimpinan daerah lainnya. "Kerjasama dengan Pak Rendra dan Anton, bagian solusi baru, karena ini terus berkembang," ujarnya.

Perkembangan kesejahteraan di Kota Batu sangat bagus dibanding daerah lain, namun mengalami stagnan pada tahun 2012 hingga 2016."Kenapa kok stagnan, malah tahun 2015 - 2016 turun, ajak bicara orang miskin, mereka punya cara tersendiri untuk menyelesaikannya," tegas Pakde.

Satu penegasan cukup menggelitik dilontarkan oleh gubernur, pasalnya kontribusi perhotelan di Kota Batu masih lebih rendah daripada sektor perdagangan dan pertanian, hal ini menjadi tantangan.

Tantangan pembangunan Kota Batu adalah Pemkot Batu harus melakukan beberapa hal yakni memberi nilai tambah di hulu, meningkatkan sumberdaya manusia vocational dan melakukan suporting insfrastruktur.

Rapat Paripurna Istimewa ini dimulai pukul 12.00 dengan dihadiri 300 undangan, mulai dari Forkompimda, kepala OPD dan ketua Partai Politik, organisasi kemasyarakatan. Saat membuka Rapat Paripurna, Cahyo Edi Purnomo mengucapkan terima kasih kepada pemerintahan terdahulu dan mengucapkan selamat kepada Dewanti Rumpoko dan Punjul Santoso yang memimpin Kota Batu hingga tahun 2022.

Sertijab ini diawali dengan penandatanganan dokumen serah terima jabatan dan penyerahan memori jabatan dari Plt Wali Kota Batu, Punjul Santoso kepada Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko dihadapan Gubernur Jatim, Soekarwo. (Noor Irawan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com