Parpol Belum Tentu Lolos Verifikasi Meski Metode Disederhanakan - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 25 January 2018

Parpol Belum Tentu Lolos Verifikasi Meski Metode Disederhanakan

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mengatakan bahwa penyederhanaan metode verifikasi partai politik (parpol) calon peserta pemilu 2019 tidak membuat parpol otomatis lolos verifikasi. KPU mengingatkan agar parpol tetap serius mengikuti Peraturan KPU terkait Verifikasi Parpol.

"Pengertian selesai dan hasil itu kan berbeda. Kalau sampai batas waktu TMS (tidak memenuhi syarat), ya kita sampaikan TMS. Artinya, tidak sama pengertiannya penyederhanaan ini otomatis partai akan lolos, belum tentu," ujar Wahyu di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Kamis (24/1/2018).

Wahyu mengakui penyederhanaan metode verifikasi parpol karena keterbatasan waktu dan anggaran. "Ini semua dampak logis dari putusan MK yang mewajibkan kami melakukan verifikasi semua parpol," kata dia.

KPU kata dia tidak lagi menggunakan metode sensus. KPU hanya menggunakan metode sampel di mana parpol mendatangkan anggotanya ke kantor partai untuk diverifikasi KPU. Adapun waktu verifikasi juga berubah, dari sebelumnya di tingkat pusat dan provinsi 7 hari, menjadi dua hari saja. Di tingkat kabupaten/kota khusus untuk verifikasi keanggotaan berlangsung 3 hari, dari sebelumnya 14 hari.

KPU, kata Wahyu, ingin melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi dengan tetap melakukan verifikasi ideal sebagaimana diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Namun pilihan KPU, yakni diterbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU (Perppu) Verifikasi Parpol atau revisi UU Pemilu, tidak disepakati DPR dan pemerintah.

Dampaknya, KPU tidak diberi anggaran tambahan untuk melakukan verifikasi. Selain itu, waktu terbatas karena penetapan parpol peserta pemilu tidak diubah, yakni 17 Februari 2018. "Jadi, KPU tetap bersikeras melakukan verifikasi sebagai perwujudan kita melaksanakan putusan MK. Tetapi tetap sesuai dengan situasi yakni keterbatasan waktu dan ketiadaan biaya. Padahal, verifikasi butuh waktu lebih lama dan butuh verifikator. Perekrutan verifikator kan butuh biaya," jelas dia.

Lebih lanjut, dia mengatakan sah-sah saja jika ada persepsi bahwa penyederhanaan metode verifikasi membuat kualitas pemilu menurun. KPU tidak bisa menampik hal tersebut. Namun, pihaknya tetap akan melakukan verifikasi secara serius di tengah keterbatasan. "Kita kan bekerja sesuai ketentuan dalam keterbatasan itu. Jadi belum ada jaminan mereka (parpol) lolos, tergantung dia (parpol) bisa memenuhi persyaratan atau tidak sesuai metode dan PKPU yang disederhanakan," ujar dia. (Himawan Aji)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com