Rizal Ramli Sebut Impor Beras Tak Masuk Akal - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 16 January 2018

Rizal Ramli Sebut Impor Beras Tak Masuk Akal

Menteri Koordinator Perekonomian era Presiden Gus Dur, Rizal Ramli menyebut, sangat tidak beralasan pemerintah melakukan impor beras sebanyak 500 ribu ton. Apalagi dalih untuk mrngimpor beras impor berjenis khusus atau super premium juga tidak masuk logika.

Untuk itu, kata dia, persoalan itu harus dipertanggungjawabkan Bulog. Paling tidak, Presiden Komisaris Bulog harus dicopot dari jabatannya. Karena menurut Rizal, masalah impor beras ini ditengarai permainan dari Bulog.

“Saya tahu rekam jejak preskom (Presiden Komisaris) Bulog. Dia itu pemain lama. Makanya dia layak dicopot,” tandas Rizal saat mengunjungi pasar induk Cipinang, Jakarta, ditulis Selasa (16/1/2018).

Dia sendiri tak aneh jika orang yang bermasalah itu masih bisa menjabat BUMN itu. Sebut Rizal, itu karena mainan menteri BUMN Rini Soemarno yang main tunjuk saja.

“Karena itu bukan yang milih Presiden (Jokowi). Kalau presiden tidak level mengangkat jajaran direksi. Jadi ya harus segera di selesaikan,” kecam dia.

Padahal saat ini, stok beras di Bulog sebetulnya sebanyak 950 ribu ton. Itu jelas sangat cukup untuk dua bulan ke depan yang akan jatuh panen raya.

Rizal juga mengaku heran kepada Bulog yang pada tahun 2017 hanya membeli beras dari petani sebanyak 1 juta ton. Padahal, untuk memenuhi memenuhi kebutuhan stok dalam negeri dibutuhkan sekitar 30 juta ton. Untuk itu, seharusnya Bulog membeli sekitar 2 hingga 2,5 juta ton.

"Saya enggak jelas apa alasanya, segaja atau tidak disengaja. Kalau cuma 1 juta ton sudah pasti ada potensi beresiko kekurangan pasok," katanya

Mantan menteri koordinator bidang maritim dan sumber daya itu juga menduga rencana impor beras memang telah diatur sebelumnya. Pasalnya Dewan Pengawas Bulog Sudar Sastro Atmojo yang dulu menjabat sebagai Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementrian Perdagangan .

"Dia itu raja kuota textile banyak duit dulu karena pengusaha, bisa beli kuota nah kok ditaro jadi Dewas Bulog pasti main lagi, saya minta pak Jokowi digantilah ini cari orang yang jujur, yang amanah karena kalau tidak ini jadi masalah," tutur Rizal.

Rizal juga mengungkapkan, dibalik motif impor biasanya ada komisi yang lumayan besar yaitu berkisar antara 10 hingga 30 ribu dolar AS.

"Harga di Bangkok sekitar Rp 6.000, dalam negeri sudah diatas Rp 11.000. Ya kalaupun impor pakai kapal asuransi shiping, paling sampe jakarta Rp 7.000-7.500 jadi banyak inefisiensi dalam distribusi kita. Dan kalau belinya pada musim panen di Bangkok lihat harganya dibawahkan untungnya bisa gede lagi, itu," ucap  Rizal

Menurut dia, setidaknya ada tiga problem harus dibenahi pemerintah. Pertama pembenahan instruksi presiden (Inpres) No 5 tahun 2015. Inpres itu membatasi Bulog dalam membeli gabah dari masyarakat. Efeknya, pegawai Bulog tersandra Inpres. Kebijakan ini harus segera diubah.

Ekonom senior Rizal Ramli mencium kejanggalan dibalik rencana pemerintah melalui Perum Badan Usaha Logistik atau Bulog mengimpor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand. (Casandra Editya)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com