TNI Harus Netral dalam Pemilu dan Pilkada - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 24 January 2018

TNI Harus Netral dalam Pemilu dan Pilkada

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menghadiri seminar nasional Pilkada Damai 2018. Dalam seminar yang digelar di Gedung Krida Bhakti, Jalan Veteran, Jakarta, itu Moeldoko kembali menegaskan agar TNI bersikap netral saat pilkada mendatang.

Moeldoko pun mengenang kondisi masyarakat pada pemilihan umum 2014 kala dia masih menjabat Panglima TNI. Saat itu, kondisi negara kurang baik dan netralitas TNI dipertanyakan.

"Saat itu masyarakat seolah terpecah menjadi dua kubu akibat hanya ada dua calon presiden yang bertarung, yaitu Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Terlebih salah satu calon presiden, Prabowo Subianto, merupakan pensiunan jenderal TNI. Sehingga ada kecenderungan masyarakat curiga dengan TNI," kata Moeldoko, Rabu (24/1/2018).

Moeldoko mengatakan, saat itu dirinya berpesan pada semua prajurit TNI agar jangan mau dipengaruhi. Hal ini untuk menghilangkan kecurigaan bahwa TNI tidak netral.

"Ini pesan untuk ke luar dan ke dalam. Bahwa TNI tidak bisa dipengaruhi siapa pun. Kalian jangan macam-macam ya prajurit," ujar mantan Panglima TNI ini.

Lewat pesan itu, Moeldoko mengklaim netralitas TNI terjaga saat Pemilihan Presiden 2014. "Alhamdulillah semua terkunci, tidak ada yang bisa main-main," kata alumni Akmil tahun 1981 ini.

Moeldoko menuturkan, momen pemilu seharusnya dinikmati dan jangan berpikir berlebihan. Sebab, pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah merupakan agenda politik yang rutin dilaksanakan setiap lima tahun sekali.

"Semua menginginkan pemilu berjalan dengan damai dan tidak berdarah-darah. Jadi pemilu yang berkualitas adalah pemilu yang tanpa kecurangan. Diselenggarakan oleh KPU (Komisi Pemilihan Umum) dengan jujur, diawasi baik oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu), dan hasilnya diterima semua pihak," tuturnya.

Namun, Moeldoko meminta masyarakat agar tetap mengkritisi bila ada indikasi ketidaknetralan TNI. Walau dirinya tidak meragukan netralitas TNI dalam Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

"Kalau ada pimpinan TNI yang aneh-aneh, segera saja kritisi agar tidak bablas," kata pria yang pernah menjabat sebagai Pangdam XII/Tanjungpura dan Pangdam III/Siliwangi ini.

Moeldoko menambahkan, saat ini adalah era keterbukaan. Dengan era itu, maka siapa pun bisa mengkritisi, termasuk pada TNI harus siap dikritisi dari pihak luar. Menurutnya, sepanjang pimpinan itu tak taat terhadap asas memang harus dikoreksi.

"Waktu saya jadi panglima TNI, teman-teman prajurit saya, saya siapkan untuk itu. Saya siapkan untuk bisa menerima koreksi dari orang luar agar kita menjadi warga negara yang semakin dewasa," pungkasnya. (Adri Irianto)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com