Warga Kabupaten Banjar Dapat Pembagian PKH dan KIP dari Jokowi - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 16 January 2018

Warga Kabupaten Banjar Dapat Pembagian PKH dan KIP dari Jokowi

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah tak pernah berhenti berupaya mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerahkan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 1.000 keluarga prasejahtera saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Banjar, Jawa Barat.

"Uang itu untuk anak-anak kita dalam menempuh pendidikan dan untuk gizi anak," pesan Jokowi saat melakukan penyerahan tersebut, dari keterangan resmi Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Taman Kota Lapang Bakti, Selasa (16/1/2018).

Kepala Negara menyampaikan, dana PKH tersebut sudah dapat dicairkan oleh penerima mulai 1 Februari mendatang untuk pencairan tahap pertama. Total dana yang tersedia dalam program tersebut ialah Rp1,89 juta per tahunnya bagi tiap penerima. Dana tersebut nantinya dapat diambil melalui beberapa kali pencairan.

"Doakan kalau tahun depan anggaran berlebih akan ditingkatkan lagi," kata Jokowi.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan PKH, mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga menyerahkan bantuan bagi para pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK serta bagi pelajar yang mengikuti program kelompok belajar (Kejar) paket A, B, dan C berupa Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Sebanyak 1.771 pelajar mendapatkan bantuan langsung oleh Kepala Negara pada kesempatan ini. Rinciannya adalah 653 pelajar SD, 555 pelajar SMP, 119 pelajar SMA, 297 pelajar SMK, dan 147 pelajar Kejar Paket.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sendiri dalam laporannya mengapresiasi pemberian bantuan pendidikan bagi para pelajar di wilayahnya. Ia menganggap bantuan KIP ini akan memberikan motivasi tersendiri bagi para pelajar.

"Penyerahan Kartu Indonesia Pintar ini makin memacu upaya pendidikan di Jawa Barat dan memotivasi anak-anak di Jawa Barat untuk terus belajar," tuturnya.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.an akan diperiksa untuk tersangka ASS (Anang Sugiana Sudihardjo)," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

Dalam pemeriksaannya sebagai saksi, Abdul Malik sebelumnya dipanggil pada Senin 8 Januari 2018 lalu. Namun, ketika itu Malik tak hadir dalam pemeriksaan penyidik lembaga antirasuah.

Malik sempat disebut menerima uang sebesar USD37 ribu dari proyek e-KTP. Hal tersebut tertuang dalam dakwaan dua terdakwa eks pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto.

Dalam kasus ini, Anang diduga berperan dalam penyerahan uang terhadap Ketua DPR RI Setya Novanto dan sejumlah anggota DPR RI melalui Andi Agustinus alias Andi Narogong terkait dengan kasus korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2,3 Triliun ini.

Atas perbuatannya Anang disangkakan melanggar Pasal 2 Ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang tentang pemberantasan Tipikor Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, Juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com