Marinir TNI-AL Akan Kembali Takluklan Laut Melalui Lomba Renang Selat Sunda - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 7 February 2018

Marinir TNI-AL Akan Kembali Takluklan Laut Melalui Lomba Renang Selat Sunda

Masih menjadi rangkaian kegiatan HUT Koprs Marinir ke-72 yang telah berlangsung pada November 2017 lalu, Korps Marinir TNI-AL kembali mengadakan lomba renang dan dayung lintas Selat Sunda.  Sebanyak 300 perenang dan 576 pendayung (72 tim) dari Satlak Korps Marinir serta personil dari satuan TNI lainnya akan ikut serta di lomba ‘gila’ yang terkahir digelar pada tahun 2007 silam ini.

Dalam loma yang akan menempuh jarak sejauh 39 Km ini, ratusan perenang ini akan memulai aksinya di malam hari dari Dermaga Pelabuhan PT. Bandar Bakau Jaya, Bakauheni Lampung, Jum’at (2/3/2018) pukul 21.00 hingga tiba di finish, Sabtu (3/3/2018) sekitar pukul 09.00-11.00 WIB di Pantai Tj. Sekong, Dermaga PT. Jumbo Power Int. Merak, Banten.

"Mengingat cuaca buruk pada bulan November dan Desember lalu, maka event lomba renang dan dayung ini kami tunda sampai tanggal 2 Maret 2018," tutur Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI (Mar) Bambang Suswantono dalam jumpa persnya di Graha Marinir Jakarta, Rabu (7/2/2018),.

Tema yang diangkat pada lomba tahun ini adalah 'Laut Pemersatu Negeriku'. "Jika laut memisahkan pulau-pulau, maka bagi kami, laut sebagai pemersatu negeri," kata mantan Komandan Paspampres ini,

Dijelaskan pria yang pernah menjadi Wadan Paspampres ini, ada tiga faktor luar yang bisa mengganggu jalannya lomba. “Arus gelombang tidak menentu, muncul pusaran air, dan gangguan hewan laut bakal jadi tantangan," terang alumni AAL tahun 1987 ini.


Dikatakannya, untuk menjaga keamanan dan keselamatan para peserta lomba, mengingat tingkat kesulitan dan tantangan lomba yang cukup besar di antaranya karena dilaksanakan malam hari dalam cuaca dan gelombang Selat Sunda yang tidak menentu, 

“Panitia menyiapkan helikopter, kapal perang, dan puluhan perahu karet maupun Sea Rider yang akan memantau peserta sepanjang lintasan lomba dari start hingga finish,” ujar mantan Komandan Resimen Taruna AAL ini.

Hal tersebut didasari pada pelaksanaan lomba sebelumnya tercatat beberapa kejadian menarik di antaranya pada penyelenggaraan lomba yang ke-2 (1992), dua perenang Marinir dinyatakan hilang akibat dihantam gelombang dan arus yang cukup kuat sehingga terpisah dari rombongan.

Dua hari kemudian, dua perenang ini ditemukan terdampar di Pulau Sangeang dan diselamatkan oleh turis Jepang yang sedang melakukan penelitian di pulau tersebut.

Sedangkan pada pelaksanaan lomba yang ke-7 (2007), seorang perenang, Prada Mar Dedi (anggota Yonif-6 Marinir)  yang nyaris dinyatakan “hilang” karena terbelit pusaran air laut di luar pantauan tim SAR, berhasil menyentuh garis finish pada pukul 24.05 WIB, setelah berenang selama 22 jam 5 menit.

Untuk itu mantan Wadan Paspampres ini memastikan bahwa jumlah peserta lomba renang dan dayung ini sengaja dibatasi untuk memudahkan pengendalian dan pengawasan selama event berlangsung. Dimana untuk lomba renang diikuti, 52 Yon, Lanmar Jakarta dan Surabaya, Kolatmar serta Denjaka, masing-masing satuan mengutus 5 atlet renang, 2 Cad, 1 official dan 1 pelatih. "Kemungkinan jumlah peserta tidak akan kita tambah lagi," ujar pria kelahiran Semarang, 25 Juli 1965 ini.

Meski antusiasme peserta lomba yang cukup tinggi pada setiap pelaksanaannya, maka lomba renang lintas selat sunda ini sejatinya dijadikan sebagai event tahunan Korps Marinir. “Walau event tahunan, tapi tidak diadakan setiap tahun karena pertimbangan-pertimbangan tertentu," jelas mantan Komandan Brigif 3 Marinir.


Sementara itu untuk mengantisipasi cuaca yang tidak menentu, mantan Komandan Resemen Kavaleri 2 Marinir ini  menyatakan pihaknya berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk hal tersebut.

"Masalah cuaca memang dari bulan November, Desember Januari dan bahkan sampai hari ini minggu kedua bulan Februari masih belum memungkinkan. Kita sudah koordinasikan dengan pihak BMKG. Insyaallah mulai akhir Februari sampai dengan Maret cuaca sudah makin membaik," ujar mantan Komandan Detasemen Penyelamatan Paspampres ini.

Menurut Dankormar, selain acara lomba renang dan dayung lintas Selat Sunda, akan diselenggarakan pula kegiatan Pengobatan & Sunatan Masal pada Kamis - Jumat, (1-2 /3/ 2018) di Balai Pertemuan Gontor-9, Desa Tajimalela, Kalianda, Lampung Selatan dan Lomba rakyat.

“Untuk memeriahkan acara, kita juga akan menyelenggarakan lomba untuk masyarakat di Lampung pada hari Jum’at, 2 Maret 2018 (Pelabuhan Bakauheni) dan pada hari Sabtu, 03 Maret 2018 (Pantai Tj. Sekong).  Lomba itu antara lain Lomba Renang Laut Jarak Dekat Untuk Pelajar Pa/Pi, Lomba Bola Volley Pantai Putra Putri, Lomba Rampak Bedug Untuk Pelajar, Lomba Panjat Pinang Untuk Masyarakat, Lomba Kuliner Ikan untuk Ibu-Ibu PKK, dan Lomba Menggambar dan Mewarnai untuk Anak Tema Maritim” ujar Dankormar mengakhiri.

Seperti diketahui, sebelumnya, Korps Marinir juga pernah menggelar event yang sama sebanyak 8 kali. Event tersebut antara lain digelar pada tahun 1991, 1992, 1993, 1994, 1995, 1996, 2001 dan 2007. Waktu tempuh tercepat untuk Lomba Renang adalah 9 jam 47 menit 05 detik, yang diraih Praka Mar Tayuri pada 1996. Sedangkan waktu tempuh tercepat untuk lomba dayung adalah 3 jam 36 menit 07 detik oleh tim dayung Yonif-6 Marinir yang diraih pada tahun yang sama. (Noor Irawan/Dispen Kormar)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com