Panglima TNI Minta Prajurit TNI Berbaur Dengan Masyarakat - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Tuesday, 20 March 2018

Panglima TNI Minta Prajurit TNI Berbaur Dengan Masyarakat

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meminta kepada prajurit TNI untuk tidak hanya hidup di dalam lingkungan markas saja. Panglima meminta prajurit TNI untuk dapat berbaur dengan masyarakat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Repuplik Indonesia (NKRI).

"Sebagai prajurit TNI harus membuka diri, jangan mengurung diri di barak-barak. Terus bertransformasi dan membuka wawasan, menajamkan kemampuan analis, agar cepat merespon setiap ancaman dan ganggunan," kata Hadi di hadapan prajurit TNI se Solo Raya yang memenuhi Markas Grup 2 Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Kandang Menjangan, Kartosuro, Sukoharjo, Jawa Tengah Selasa (20/3/2018).

Kehadiran Panglima TNi ke Markas Grup 2 Kopassus ini juga untuk memberikan pengarahan dan pembinaan organisasi juga personel yang bertujuan demi meningkatkan komunikasi antara pimpinan dengan prajurit.

Panglima TNI menjelaskan bahwa saat ini bangsa Indonesia berada pada Era Disrupsi dan Revolusi Industri 4.0 yang merupakan suatu peradaban baru manusia. Dalam setiap kemajuan selalu memiliki paradoks yang berbentuk ancaman.

Tantangan terbesar saat ini, menurutnya adalah menghadapi tantangan lahirnya era revolusi industri 4.0 atau era disrupsi yakni merubah era lama menjadi era baru. "Saat ini perkembangan dunia berubah sangat pesat, lingkungan strategis diwarnai dengan dinamika yang sangat sulit diantisipasi dan diprediksi," jelas alumni AAU tahun 1986 ini.

Dengan adanya perkembangan tekhnologi informasi dan komunikasi lanjut Hadi, membuat cara berpikir masyarakat juga cepat sehingga memicu banyaknya ancaman baik militer maupun non militer.

Era globalisasi saat ini peperangan modern (Modern warefare) sudah menyebar baik di militer dan non militer atau kompinasi militer dan non militer untuk menekan lawan.

"Intuisi ancaman semakin kabur, apa yang disebut ancaman militer dan apa ancaman non militer. Hubungan antara sipil dan militer menjadi kabur karena medan tempur yang sesungguhnya ada dimana -mana. Palagan-palagan pertempuran semakin banyak," lanjutnya.

Panglima sebut contohnya adalah medan tempur yakni pertempuran digitalisasi (cyber), pertempuran dagang, pertempuran biologi dan pertempuran lingkungan hidup.Untuk pertempuran lingkungan hidup, adanya indikasi seringnya pembuangan limbah beracun di wilayah Indonesia. "Beberapa diantaranya adalah ancaman siber atau cyber threats, ancaman biologi atau bio-threats," tutupnya.

Hadi Hadir dengan didampingi Kapuspen TNI Mayjen TNI MS. Fadilah, Danjen Kopassus Mayjen TNI Madsuni, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto dan Panglima Divisi II Kostrad MayjenTNI Agus Suhardi, Hadi mengatakan kehadiran dirinya di Markas Kopassus untuk bersilaturahmi dengan para prajurit khususnya yang berada di Solo Raya. (Aris Setiawan)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com