Ulama Harus Ajarkan Rasa Menjaga Persatuan Bangsa Kepada Umatnya - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 21 March 2018

Ulama Harus Ajarkan Rasa Menjaga Persatuan Bangsa Kepada Umatnya

Para ulama di bumi Indonesia dalam mengajarkan ajaran agama Islam wajib menyampaikan rasa menjaga persatuan kepada umatnya. Persatuan ini harus terus digaungkan para ulama dari jaman kapan pun demi untuk mengusir berbagai paham jahat dan kekerasan yang ingin merusak keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Persatuan dalam konsepsi para ulama merupakan perintah Allah dalam Al Quran “wala tafarroqu” yang  artinya jangan terpecahbelah. Bersatu adalah rahmat, bercerai-berai adalah adzab. Ini adalah landasan keagamaan para ulama. Jadi, persatuan adalah ajaran agama Islam yang harus disampaikan oleh para ulama kepada umatnya.” ujar Ketua PBNU KH. Dr. Marsudi Syuhud di Jakarta, Selasa (20/03/2018).

Alumni Pondok Pesantren Raudlatul Mubtadiin Jember ini mengatakan bahwa dalam konteks era kekinian maka peran ulama masih sangat dibutuhkan sebagai pilar pemersatu bangsa. "Ulama yang bisa menjaga NKRI adalah ulama-ulama yang selalu dalam hati dan perilakunya mengutamakan persatuan dan kesatuan," ujarnya.

Peran ulama sangat dibutuhkan oleh bangsa ini untuk kembali menyatukan dan merajut potensi perpecahan bangsa. Apalagi akhir-akhir ini atau menjelang Pilkada serentak, banyak sekali gangguan yang merongrong persatuan dan kebhinnekaan Indonesia. Contohnya adalah munculnya bibit-bibit perpecahan dan kekerasan terutama yang mengatasnamakan agama, yang bertujuan untuk menghancurkan keutuhan NKRI.

Kiai Marsudi Syuhud mencontohkan banyak negara yang hancur karena perpecahan masyarakat yang tidak bisa dibendung lagi.“Banyak negara terpecah belah seperti Afghanistan sudah ratusan tahun terjadi perang saudara. Padahal mayoritas penduduk di sana beragama Islam. Perang di Afghanistan belum selesai, sudah pindah ke Irak. Kemudian Irak belum selesai perangnya sudah pindah ke Libya, dan terakhir di Suriah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Indonesia sudah lama memiliki potensi perpecahan seperti itu. Tapi berkat jasa para pahlawan dan ulama, berbagai serangan dan gangguan berhasil dihalau dari tanah Indonesia.

Yang pasti, tegas Kiai Syuhud,  peran ulama dalam mendirikan dan menjaga NKRI ini sangat besar. Fakta ini tidak boleh dilupakan oleh generasi saat ini. "Sebelum Indonesia ini terbentuk, ulama di Nusantara telah memiliki mimpi yang sangat besar untuk mendirikan sebuah bangsa yang besar," ujarnya.

Untuk mewujudkan impian itu, lanjut Kiai Syuhud, para ulama mengumpulkan umat dan membentuk organisasi-organisasi sosial keagamaan sebelum republik ini terbentuk seperti Nahdatul Wathan, NU, PERSIS, PUI, Muhammadiyah dan masih banyak lagi organisasi-organisasi Islam lainnya. Organisasi keagamaan ini tidak hanya memiliki misi keagamaan saja tetapi berhasil menanamkan rasa nasionalisme kepada umatnya untuk bermimpi memiliki sebuah bangsa.

“Nahdatul Wathan sendiri merupakan organisasi yang pertama didirikan di negara ini yang memiliki makna kebangkitan tanah dan air. Tujuannya bagaimana agar kita memiliki negara dan bangsa, maka kiai NU ketika itu bermusyawarah keliling ke seluruh,” terang Kiai Syuhud mengakhiri. (Adri Irianto)

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...