Sepekan Pasca Penggerebekan, Belum Ada Tanda-Tanda Angger Waras Ditarik dari Peredaran - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 1 April 2018

Sepekan Pasca Penggerebekan, Belum Ada Tanda-Tanda Angger Waras Ditarik dari Peredaran


Sidoarjo (Zona Satu) - Sepekan pasca penggerebekan gudang penyimpanan jamu Angger Waras (AW) di Tulangan Sidoarjo oleh BBPOM Surabaya yang dikawal ketat oleh Kepolisian dari Polda Jatim hingga kini belum terlihat adanya tanda - tanda penarikan jamu AW dari peredaran.

Sesuai dari pantauan wartawan zonasatu.co.id di lapangan, masih dijumpai adanya pedagang jamu kaki lima yang masih memperjual belikan AW baik dalam bentuk kemasan botol maupun campuran kepada masyarakat.

Jupri salah satu konsumen dan penikmat jamu AW mengaku masih bisa mendapatkan jamu tersebut disejumlah lokasi dekat tempat tinggalnya di Wonokitri, Surabaya.

"Masih ada, dijual ecer" ungkapnya.

Saat dirinya diberi tahu mengenai kandungan yang ada di dalam jamu AW jika dikonsumsi dalam jangka panjang, Ia mengaku tidak tahu jika jamu yang dikonsumsinya dapat memberikan efek samping berbahaya karena dikemasannya tidak dijumpai label komposisi terkait kandungan pada jamu tersebut.

"Jamunya cuma dikemas menggunakan botol plastik polosan (tanpa label), jadi tidak tahu isinya apa saja" tambahnya sambil menunjuk botol kemasan air mineral yang dibawanya.

Ia mengaku sudah empat kali mengkonsumsi jamu AW atas saran temannya.

Sebelumnya, BBPOM Surabaya menggerebek gudang penyimpanan jamu AW di Tulangan, Sidoarjo karena ditengarai terdapat campuran bahan kimia berbahaya pada kandungan jamu tersebut dan menyita 400 jerigen lebih dengan total senilai Rp. 250 juta.

Tidak hanya itu, selama beroperasi, produsen jamu AW tidak mengantongi surat izin yang jelas sehingga peredarannya dianggap ilegal.

Reporter : Setiawan
Sumber : Zona Satu

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...