Hentikan Ujaran Kebencian dengan Cara 'Hate Free Day' - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Thursday, 10 May 2018

Hentikan Ujaran Kebencian dengan Cara 'Hate Free Day'

Jakarta / ZonaSatu - ‘Perang’ ujaran kebencian membuat dunia maya di Indonesia seakan sesak. Masih banyak golongan masyarakat menggunakan ujaran kebencian (hate speech) untuk kepentingan kelompok mereka apalagi di dalam memasuki tahun politik seperti sekarang ini. Masyarakat dibuat resah dan bingung oleh permainan para elit demi mendapatkan simpatik dan dukungan. Propaganda, fitnah, menjelek-jelekkan, saling menjatuhkan, menjadi santapan sehari-hari.

Fakta itulah yang membuat harus ada langkah untuk mengerem semakin maraknya ujaran kebencian tersebut. Hate free day atau hari anti ujaran kebencian sepertinya bisa menjadi solusi untuk mengerem ujaran kebencian sekaligus mengajak masyarakat untuk menahan diri dalam bermedia sosial.

"Hate free day bisa menjadi salah satu solusi untuk mengkampanyekan satu hari tanpa ujaran kebencian. Dengan hate free day masyarakat bisa introspeksi dan saling merangkul untuk menguatkan persatuan dan kesatuan," ujar Pengasuh Pesantren Fatihatul Quran Muhammad Monib, di Jakarta, Rabu (9/5/2018).

Menurutnya, kebencian terjadi karena tidakpahaman akal, pikiran, dan wawasan seseorang. "Dengan adanya hate free day, masyarakat bisa berkomunikasi dan berdiskusi secara langsung sehingga tidak timbul salah paham dan sebagainya,” ujar Monib.

Monib mengungkapkan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi orang sehingga sangat mudah terpengaruh dengan ujaran kebencian. Hal ini tergantung kepada pemahaman keagamaan masyarakat dan dapat juga diperparah oleh faktor politik.

Selain itu, ujaran kebencian bisa membuat orang menjadi radikal meski tidak single factor (faktor tunggal). Ada beberapa faktor lain yang mempengaruhinya, salah satunya karena dangkalnya ilmu dan pemahaman agama sehingga menyebabkan seseorang menjadi ekstrem. Orang-orang seperti ini sangat mudah diperalat atau dimanfaatkan untuk kepentingan politik.

“Hate free day adalah upaya melawan apa yang dikembangkan tapi membawa keburukan dan merusak kebersamaan. Jadi kalo ada hari anti ujaran kebencian itu bisa membuat orang lebih dapat mengendalikan diri  saat bermedia sosial,” tutur Monib.

Sekarang ini, ujaran kebencian itu dianggap sebagai pembelaan terutama yang menyangkut agama. Sekarang bahkan banyak masjid menyampaikan khutbah dan diselingi dengan ujaran kebencian terhadap sesama. “Sebagai umat islam, ini sangat tragis,” kata Monib.

Monib menambahkan ujaran kebencian ini sudah terjadi di era awal islam pasca wafatnya  Rasulullah SAW.  Begitu juga di era dinasti Umayyah, ada sebuah kekuatan politik yang selama 70 tahun menyebarkan ujaran kebencian dan hoax kepada kelompok lain

Terkait konsep khilafah yang diusung kelompok tertentu di Indonesia, Dosen studi Agama di Universitas Prasetya Mulya ini mengungkapkan bahwa khilafah islamiyah adalah konsep ilusi. "Hampir tidak ada negara yang terbentuk dengan sistem syariah yang kondisi sosial politik daerah negara itu maju makmur modern, mampu memproduksi dan ilmu pengetahuannya berkembang kecuali Iranm: ujarnya mengakhiri

Reporter : Adri Irianto

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com