Jika Ada Perintah, KSAL Siap Gerakkan Denjaka Untuk Penanggulangan Terorisme - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Saturday, 26 May 2018

Jika Ada Perintah, KSAL Siap Gerakkan Denjaka Untuk Penanggulangan Terorisme

Jakaarta / ZonaSatu - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang baru, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji menegaskan bahwa pasukan elite TNI AL, Detasemen Jala Mengkara (Denjaka) siap dikerahkan untuk mengatasi aksi terorisme yang terjadi di tanah air melalui Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI.

"Pada intinya kesiapan TNI AL sebelum adanya Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) sudah siap, satuannya sudah siap, prajurit elit kita juga sudah siap. Tinggal tunggu perintah Panglima TNI langsung saja," kata KSAL di sela-sela Pembacaan Memorandum Sertijab KSAL dari Laksamana Ade Supandi kepada Laksamana Siwi, yang digelar di atas KRI -591 Surabaya yang bersandar di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (25/5)

Koopsusgab merupakan gabungan dari tiga matra militer, seperti Kopassus TNI AD, Detasemen Jalamangkara TNI AL, dan Detasemen Bravo 90 TNI AU. Satuan elite tersebut dibentuk pada awal 2015 oleh Jenderal (Purn) Moeldoko ketika menjabat Panglima TNI.

Menurut Siwi, pasukan elite dari tiga matra yang disiapkan berjumlah 90 orang. Mereka yang dipilih itu memiliki keahlian khusus dalam hal penanganan aksi terorisme. "Ada 90-an. Iya (90 pasukan) dari tiga angkatan," mantan Danjen Akademi TNI ini
 
Namun demikian, menurut pria kelahiran  Cimahi, 14 Mei 1962 ini, pasukan tersebut hanya bisa diturunkan apabila sudah ada keputusan politik, seperti Perpres dari Presiden Joko Widodo.

"Kalau itu ada perintah, ya kita laksanakan. Misalnya, operasi di Marawi (Filipina Selatan) yang langsung digelar dan sampai sekarang masih berlangsung antara tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia, dan Filipina," ujar Alumni AAL tahun 1985 ini.

Selain itu, pelibatan pasukan elite untuk menangani terorisme pun tidak perlu mengubah doktrin militer. Prinsipnya, TNI AL sangat siap apabila jadi dilibatkan dalam satuan Koopssusgab.

Terkait UU Antiterorisme yang baru disetujui oleh DPR, Siwi menyambut baik dan pasukannya siap dikerahkan untuk membantu kepolisian mengatasi terorisme. "Kalau ada Perpres jadi semakin kuat. Seharusnya ada peraturan pemerintah untuk pelaksanaannya. Untuk doktrin, saya kira doktrin latihan sedang disusun. Tapi intinya TNI AL sangat siap masuk dalam Koopssusgab," tegas mantan Panglima Armada RI Kawasan barat ini.

Terkait dengan teknis pelaksanaan operasi, Siwi mengaku, menunggu keputusan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 

"Wah saya kira ada yang lebih ahlinya kan ada yang mengatur. Kalau ada perintah ya pasti laksanakan, misalnya Marawi, itu kan langsung digelar, dan sampai sekarang ada operasi tiga negara, trilateral, Indonesia, Malaysia, Filipina," jelas mantan Asrenum Panglima TNI ini.

Suami dari Dra. Manik Pujianti ini menambahkan, karena Koopssusgab merupakan gabungan pasukan elit dengan mobilitas yang tinggi maka tempat konsiyeringnya juga mengikuti situasi yang dihadapi.

"Dulu kan di Sentul. Saya kira itu, mobilitas yang sangat tinggi, ini kan pasukan khusus, tempatnya konsinyering ya khusus juga. Tergantung situasional. Tergantung yang dihadapi nanti seperti apa dan bagaimana," kata mantan kepala Star Armada RI Kawasan Timur ini mengakhiri.
 
Reporter : Noor Irawan
Sumber :

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...