Koopssusgab TNI Kembali Diaktifkan, Ini Tugas-Tugasnya - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Wednesday, 16 May 2018

Koopssusgab TNI Kembali Diaktifkan, Ini Tugas-Tugasnya

Jakarta / ZonaSatu -   Seiring dengan maraknya aksi teror yang terjadoi di Indonesia akhor-akhir ini, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengatakan bahwa  Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) disebut sudah menyetujui pengaktifan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopsusgab) TNI.

Moeldoko menjelaskan, secara umum, tugas Koopsusgab TNI adalah membantu Polri dalam melaksanakan tugas pemberantasan terorisme. Namun, lantaran revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme belum disahkan oleh DPR, maka perbantuan Koopsusgab terhadap Polri saat ini belum maksimal.

Mantan Panglima TNI ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana bantuan Koopsusgab TNI ini nanti kepada Polri sebelum revisi UU Antiterorisme disahkan. "Intinya, sekarang ini perannya tetap membantu kepolisian. Nanti kalau revisi undang- undangnya sudah turun, kami akan sesuaikan," ujar Moeldoko saat dijumpai di Kompleks Istana Presiden, Rabu (16/5/2018).

amun, setelah revisi UU Antiterorisme disahkan, perbantuan Koopsusgab terhadap Polri dipastikan dapat berupa pengerahan intelijen, maupun pengerahan personel TNI ke titik operasi. "Teknis pekerjaannya nanti tergantung, apakah pengerahan kekuatan intelijen atau bisa kekuatan regulernya. Tergantung kebutuhan di lapangan saja. Mereka setiap saat bisa digerakkan ke penjuru manapun dalam tempo yang secepat-cepatnya," lanjut mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-28 ini.

Saat ditanya apakah Koopsusgab nantinya akan dibekali wewenang untuk penangkapan, Moeldoko menegaskan, secara formal kegiatan itu akan dilakukan apabila revisi UU Terorisme nanti disahkan DPR. Meski demikian, pada prinsipnya siapapun boleh menangkap pelaku kejahatan. Namun yang harus dipastikan adalah hak-hak terduga pelaku kejahatan tetap dipenuhi.

"Nanti, kalau UU nya sudah keluar baru ya. Tapi kalau sudah ada indikasi, kepolisian juga sudah mendeteksi dia melakukan kegiatan menyiapkan bom dan seterusnya, ya tangkap saja langsung, enggak apa-apa," lanjut alumni Akmil tahun 1981 ini.

Moeldoko sekaligus mengimbau masyarakat tidak perlu panik apabila Koopsusgab TNI nantinya melaksanakan kegiatannya di lapangan. "Saya juga imbau kepada masyarakat, mungkin beberapa saat ini akan ada situasi-situasi seperti itu, jangan ditanggapi kekhawatiran berlebihan. Biasa itu. Serahkan sepenuhnya kepada aparat keamanan. Polri dan TNI bekerja penuh, BIN dengan seluruh jajaran, BAIS juga bekerja bersama-sama," ujar pria Kelahiran Kediri 8 Juli 1957 ini.

Pria yang pernah menjadi Pangdam III/Siliwangi dan Pangdam XII/Tanjungpura ini menjelaskan  meski TNI sudah memiliki Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC), namun pengaktifan kembali satuan tersebut dianggap tetap dibutuhkan. Apalagi, menurut Moeldoko PPRC butuh waktu untuk bisa diterjunkan dengan cepat. Berbeda dengan Koopssusgab  yang khusus untuk menangani kondisi teror.

Seperti diketahui, Koopssusgab TNI ini pernah dibentuk oleh Moeldoko saat dirimya menjabat sebagai panglima TNI.Satuan khusus tersebut dibentuk sebagai salah satu bentuk kesiapsiagaan TNI dalam menanggulangi ancaman teroris. Pasukan khusus antiteror bersifat stand by forces sehingga bisa digerakkan kapan saja.

Personel pasukan Koopssusgab TNI ini terdiri dari seluruh satuan elite berkualifikasi Anti Teror yang ada di TNI, baik dari matra darat, laut, maupun udara seperti Satuan 81/Penanggulangan Teror Kopassus TNI-AD, Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) TNI-AL dan Satuan Bravo 90/Anti Teror Paskhas TNI-AU.

Reporter : Noor Irawan

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...