Indonesia Selalu Hormati Hukum Internasional Demi Stabilitas Kawasan - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 3 June 2018

Indonesia Selalu Hormati Hukum Internasional Demi Stabilitas Kawasan

Singapura/ZonaSatu - Indonesia sebagai negara yang berdaulat tentunya tidak akan berpihak. Indonesia sangat terbuka terhadap persaingan, tetapi bukan persaingan untuk saling pamer kekuatan atau dalam arti negatif. Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman (Menko Maritim), Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara dalam pertemuan tahunan Shangri La Dialogue (KTT Keamanan Asia) di Singapura, Sabtu (02/6/018).

“Kami tidak akan berpihak, kami hanya mengacu pada  hukum internasional, bekerja untuk menciptakan dan memelihara perdamaian dan stabilitas, mengurangi kemiskinan, dan sisi membersihkan lingkungan kita, termasuk lautan kita,” ujar Luhut Binsar Panjaitan 

Ia mengatakan memang ada ide untuk melakukan penangkapan bagi yang melanggar batas wilayah. 
“Saat ini masih belum perlu ada tindakan seperti itu, tetapi tindakan pamer kekuatan juga tidak bisa diterima,” ujar alumni Akmil tahun 1970 ini.

Menurutnya saat ini ada sejumlah inisiatif yang diluncurkan oleh berbagai negara, seperti Inisiatif Belt Road, Free and Open Indo Pacific, Act East, dan Indo Pacific Strategy. Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Ada yang menggunakan pendekatan ekonomi, strategis atau keamanan. Namun semuanya memiliki kesamaan yaitu, mereka saling bersinggungan dengan wilayah  perairan Indonesia. 

Peran Indonesia di sini, kata Menko Luhut, adalah bagaikan mengelola kompetisi tersebut menjadi kompetisi  yang positif. 

“Sesuai dengan yang digariskan dalam Kebijakan Kelautan Indonesia 2017, Indonesia dapat bekerja sama dengan siapa saja selama kerja sama tersebut dilandasi oleh hukum internasional,”ujar mantan Komandan Kodiklat TNI-AD ini.

Indonesia membuka sebagian perairannya untuk navigasi internasional, seperti yang terjadi pada Selat Malaka, Selat Singapura, Selat Sunda, Selat Lombok, dan Selat Makassar. 
“Tujuannya adalah untuk mengundang lebih banyak investasi ke Indonesia, “ ujar mantan Danrem 081/Dhirotsaha Jaya Madiun ini. 

Para investor, lanjut Menko Luhut harus membawa teknologi tingkat pertama, serta teknologi ramah lingkungan. Menggunakan konten, melakukan transfer teknologi, menggunakan karyawan Indonesia, melakukan bisnis ke bisnis, dan pada saat yang sama tidak boleh menekan pada anggaran pemerintah. 

“Sebagai anggota ASEAN, kami percaya bahwa semua inisiatif tersebut adalah untuk kepentingan ASEAN sebagaimana yang tercantum di dalam Piagam ASEAN asalkan mereka melakukan kewajiban mereka yang mengikat secara hukum  di bawah Perjanjian Kerja Sama dan Persahabatan ASEAN (TAC),” kata pria yang dalam karir militernya dibesarkan di pasukan 'Baret Merah' Kopassus TNI-AD ini  . 

Menurutnya  ASEAN juga bisa bekerja di bidang lainnya, seperti pembersihan laut dari puing-puing plastik laut. “Ini adalah cara yang sederhana agar kita bisa mengelola persaingan menjadi positif. Karena  stabilitas di Asia adalah kepentingan kita semua,” kata komandan pertama Detasemen 81/Anti Teror Kopassus ini mengakhiri.

Reporter : Himawan Aji
Sumber : Biro Indoemasi dan Humas Menko Maritim

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com