Koordinasi Antara BNPT Dengan Lembaga Lain Harus Lebih Baik. - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Friday, 1 June 2018

Koordinasi Antara BNPT Dengan Lembaga Lain Harus Lebih Baik.

Jakarta/ZonaSatu - Anggota Komisi III DPR Muslim Ayub berharap agar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)  dapat terus berkoordinasi dengan baik bersama-sama lembaga lainnya agar jangan sampai terjadi tumpang tindih kewenangan.

"BNPT harus mampu memfungsikan semua lembaga agar tidak tumpang tindih kewenangan," kata Muslim Ayub dalam rilis, Jumat (1/6/2018).

Untuk itu, ujar dia, BNPT juga diimbau agar dapat mereformasi sistem internal serta berkoordinasi dengan 36 kementerian dan lembaga yang menjadi mitra BNPT.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu juga mengingatkan bahwa sejak UU Anti Terorisme yang baru disahkan, maka tugas dan tanggung jawab BNPT kian besar.

BNPT, lanjutnya, bersama-sama dengan lembaga lainnya seperti Badan Intelijen Negara (BIN) diharapkan jangan sampai kecolongan mengantisipasi aksi teror. Di sisi lain, ia juga mengapresiasi kiprah BNPT yang dinilai mampu melakukan deradikalisasi di tengah terbatasnya anggaran yang dimiliki lembaga itu.

Muslim Ayub berpendapat bahwa deradikalisasi kepada mantan dan keluarga teroris yang dilakukan BNPT mampu menjadi model dan contoh bagi dunia dalam mencegah dan memberantas terorisme di Tanah Air.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, BNPT telah menggandeng Kementerian Hukum dan HAM dalam menangani masalah terorisme, terutama untuk pertukaran informasi dan data tentang "Foreign Terrorist Fighter" (FTF) dan narapidana teroris. Kerja sama kedua institusi itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius dan Menkumham Yasonna Laoly di Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Menurut Suhardi, dengan disahkannya UU Anti Terorisme dan kerja sama BNPT dengan Kemenkumham maka ke depan pemerintah akan lebih maksimal dalam menangani terorisme. Sebelumnya, Kepala BNPT juga mengatakan lembaga pemasyarakatan khusus narapidana terorisme sangat dibutuhkan agar program deradikalisasi fokus.

"Makanya dibutuhkan satu lapas yang khusus sekarang sedang dibangun di Nusakambangan, dan Kapolri juga sudah minta dibangun baru di Cikeas untuk pengganti yang di Mako Brimob," kata Suhardi Alius dalam Rapat Kerja Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (30/5).

Dia menyampaikan saat ini ada 289 narapidana terorisme tersebar di 113 lapas di seluruh Indonesia, dan BNPT membutuhkan satu lapas khusus napiter agar program deradikalisasi fokus berjalan.

Reporter : Himawan Aji
Sumber :

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com 


loading...