Ketua MPR Berharap IPHI Terlibat dalam Peningkatan Pelayanan Haji - ZONASATU.CO.ID

ZONASATU.CO.ID

Saluran Informasi Terkini

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Sunday, 8 July 2018

Ketua MPR Berharap IPHI Terlibat dalam Peningkatan Pelayanan Haji

Jakarta/ZonaSatu - Ketua Majelis Permusyaaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan, menghadiri acara Temu Tokoh Nasional Kebangsaan Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) untuk menyosialisasikan 4 pilar kebangsaan kepada seluruh anggota IkPHI. Acara  bertema "Merawat Kemajemukan Melalui Empat Pilar MPR RI" ini digelar di Gedung Nusantara V Gedung DPR pada Minggu (8/7/2018) siang.

Dalam sambutannya, Zulkifli mengapresiasi kedatangan anggota IPHI yang kompak memakai pakaian serba putih. 
"Hari ini Gedung MPR warna putih. Masa haji enggak boleh masuk MPR. Masa ulama, santri, enggak boleh.  Saya bilang enggak merdeka republik kalau enggak ada ulama dan santri," kata Zulkifli, di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (8/7). 

Sebelum membahas 4 Pilar,  Ketua Umum PAN ini sempat menyinggung soal Pemilu serentak 2019. Ia berharap, pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu bisa berjallan dengan lancar. 

Mendengar imbauan tersebut, para pengurus IPHI yang berada di lokasi langsung bertepuk tangan. beberapa di antara mereka menyuarakan agar Zulkifli menjadi presiden haji Indonesia. "Hidup Pak Zulkifli sebagai presiden haji Indonesia," ucap pengurus tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut Zulkifli Hasan juga meminta kepada IPHI untuk ikut serta mendiskusikan masalah substansial dalam penyelenggaraan haji Indonesia, yaitu dalam perbaikan pelayanan haji Indonesia. 

"Saya berharap IPHI sungguh-sungguh mendiskusikan bagaimana penyelenggaraan haji Indonesia setiap tahun bertambah baik," kata Zulkifli Hasan. 

Menurut Zulkifli Hasan, layanan haji Indonesia masih di Malaysia. Selain itu, masih ada deviator dan peziarah, seperti kasus ribuan peziarah umroh yang gagal pergi ke tanah suci.

"Hanya gara-gara satu dua penyelenggara haji dan umroh yang tidak benar, akhirnya penyelenggara lain ikut terbawa-bawa. Ada triliunan uang jamaah umroh hilang gara-gara segelintir penyelenggara umroh yang tidak benar," kata Zulhasan, sapaan Zulkifli Hasan. 

Terkait dengan kasus, Zulhasan menegaskan bahwa Kementerian Agama juga ikut bertanggung jawab. 

"Tentu ini menjadi tanggung jawab Kementerian Agama. Mereka punya pengawasan. Jadi jangan membiarkan. Kalau hanya satu dua orang jamaah itu namanya penipuan, tapi kalau korbannya sampai ribuan itu namanya pembiaran. Kita minta tanggung jawab Kementerian Agama," katanya. 

"Saya pikir IPHI dapat mengatasi masalah substansi seperti itu, IPHI dapat memberikan solusi untuk ziarah yang lebih baik," tambahnya.

Sementara dalam presentasinya di depan para administrator IPHI dari berbagai daerah, Zulkifli Hasan juga meminta IPHI untuk memberikan pendidikan politik kepada orang-orang bahwa Muslim Indonesia besar ini dapat diubah menjadi kekuatan ekonomi dan politik. 

"Tanpa pendidikan politik tidak mungkin bahwa Muslim besar mengkonversi ke kekuatan ekonomi dan politik," katanya. 

Dengan menjadi kekuatan ekonomi dan politik, maka, menurut Zulkifli, akan ada kebijakan tindakan afirmatif seperti di Malaysia. Muslim bisa mengejar ekonomi. 

Jika Muslim telah menjadi kekuatan ekonomi dan politik, Zulkifli melanjutkan, maka Indonesia bisa bergerak maju. Karena 85 persen penduduk Indonesia adalah Muslim.

"Kita bisa menjadi kekuatan ekonomi, untuk menumbuhkan semangat kewirausahaan Islam, dan kemudian Indonesia dapat maju, maka cita-cita kemerdekaan tercapai, keadilan sosial untuk semua orang Indonesia," katanya.

Reporter : Wawan
Sumber :

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


Mengenai Hak Jawab dan Hak Koreksi terkait pemberitaan www.zonasatu.co.id dapat dikonfirmasikan ke email redaksi zonasatu.redaksi@gmail.com